Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 2 Kemenangan Beruntun, PSM Makin Pede di BRI Super League
- Petaka Menit Ke-90, Persib Tumbang di Markas Madura United
- Juventus Vs Rennes Berakhir Imbang, Gol Kemenangan Dianulir VAR
- Debut di Asian Para Games 2026, Abdil Majid Langsung Sabet Emas
- AC Milan Dibantai Bournemouth, Maignan Kena Kartu Merah
Resmikan Gas JNE#6 & Lapangan Maha, Bahlil Dorong Tambahan Produksi Gas Nasional
Kamis, 22 Oktober 2026 19:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pasokan gas bumi nasional ditargetkan bertambah sekitar 290 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) mulai November 2026.
Tambahan produksi tersebut berasal dari pengembangan proyek Jangkrik North East #6 (JNE#6) dan Lapangan Maha-South Hub di lepas pantai Kalimantan Timur, yang diresmikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Bahlil yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) meresmikan penerimaan gas JNE#6 dan fasilitas produksi Lapangan Maha-South Hub pada Kamis (22/10/2026).
Kedua proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pasokan gas nasional sekaligus mendukung agenda kedaulatan energi dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
"Ini adalah bentuk keseriusan pemerintah dan seluruh perusahaan, terutama Searah dan Eni, dalam mewujudkan Asta Cita Bapak Presiden, yang salah satu di antaranya adalah mewujudkan kedaulatan energi," ujar Bahlil sebelum meresmikan kedua proyek.
Bahlil menyambut baik keberhasilan pengeboran cabang baru (side-tracking) sumur JNE#6 yang menunjukkan hasil signifikan sejak 9 Oktober 2026.
Baca juga : Perkuat Ketahanan Energi, Bahlil: Gas Jangkrik-MAHA Prioritas Pasar Domestik
Produksi gas dari sumur tersebut melonjak lebih dari lima kali lipat, dari sekitar 10 MMSCFD menjadi 56 MMSCFD.
Keberhasilan itu juga menambah cadangan awal gas di tempat (Gas Initially In Place/GIIP) sekitar 100 miliar kaki kubik (BCF).
"Ada penambahan 60 MMSCFD dan dari Blok Maha sekitar 230 MMSCFD. Jadi, totalnya kurang lebih sekitar 290 MMSCFD. Dengan demikian, produksi existing mereka yang saat ini sebesar 450 MMSCFD ditambah 290 MMSCFD, maka pada 1 November mendatang sudah bisa mencapai 750 MMSCFD," jelas Bahlil.
Bahlil menambahkan, fasilitas produksi Lapangan Maha yang menelan investasi sekitar 891 juta dolar AS ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Oktober 2026.
Proyek tersebut juga diperkirakan membuka lebih dari 700 lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.
Selain itu, pengembangan ini diharapkan mendorong keterlibatan industri fabrikasi dalam negeri dalam proyek minyak dan gas bumi laut dalam.
Baca juga : Bahlil Buka Opsi Setop Ekspor Gas, Kadin & Industri Keramik Dukung
Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur Searah Muara Bakau B.V. Mirko Araldi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pengembangan Lapangan Jangkrik.
Dia menegaskan komitmen perusahaan untuk melanjutkan eksplorasi guna menemukan potensi cadangan baru.
"Fasilitas Jangkrik telah menjadi bagian penting dari operasi kami dan saat ini sepenuhnya dioperasikan oleh tenaga kerja Indonesia. Kami terus melanjutkan program eksplorasi, termasuk kegiatan survei seismik 3D/4D bersama mitra," ujar Mirko.
Menurutnya, survei yang mencakup area sekitar 12.000 kilometer persegi tersebut merupakan salah satu survei seismik terbesar yang dilakukan perusahaan di Indonesia.
Survei itu bertujuan membantu menilai potensi eksplorasi yang masih tersedia di Cekungan Kutai.
Cekungan Kutai menjadi salah satu wilayah yang memberikan sinyal positif bagi penguatan pasokan energi dalam negeri di tengah kebutuhan yang terus meningkat.
Baca juga : Beringin Ultah Ke-62, Bahlil-Sarmuji Bawa Golkar Menjadi Partai Masa Depan
Potensi sumber daya gas sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) dan 300 juta barel kondensat turut mengonfirmasi besarnya potensi minyak dan gas bumi Indonesia.
Bahlil menegaskan, upaya mewujudkan kedaulatan dan kemandirian energi membutuhkan sinergi lintas lembaga dan pelaku industri.
Dia menyampaikan apresiasi kepada tim SKK Migas, Direktorat Jenderal Migas, Eni, Searah, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan kedua proyek tersebut.
Pemerintah juga berencana melibatkan pemerintah daerah dalam diskusi agar manfaat pengembangan proyek dapat dirasakan bersama.
Menutup arahannya, Bahlil menegaskan pemerintah siap memfasilitasi perusahaan domestik maupun asing yang berinvestasi di Indonesia, dengan tetap berpegang pada aturan dan prinsip saling menguntungkan.
Menurutnya, investasi harus memberikan manfaat bagi perusahaan, industri lokal, dan negara tanpa merugikan pihak lain.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya