RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 31,8 triliun untuk memperkuat daya beli masyarakat. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menerangkan, kebijakan ini untuk mendukung sejumlah program hingga akhir 2026, seperti bantuan pangan, bantuan subsidi upah, dan diskon Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Airlangga menerangkan, selama tiga bulan ke depan, masyarakat penerima manfaat akan mendapatkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram per bulan. Lalu, para pekerja yang memenuhi syarat juga akan mendapatkan bantuan subsidi upah.
“Diskon Natal Tahun Baru juga sudah disiapkan,” ucap Airlangga, usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2026) malam.
Ia berharap, semua program dapat meringankan pengeluaran masyarakat. “Total dananya sekitar Rp 31,8 triliun,” imbuhnya.
Baca juga : Banyak Anggota Kabinet Masuk RS
Langkah sejalan dengan prinsip Presiden Prabowo Subianto. Kata Prabowo, tujuan utamanya menjabat sebagai Presiden adalah untuk menyejahterakan rakyat.
“Saya mau jadi Presiden untuk lihat rakyat saya sejahtera. Saya tidak mau jadi Presiden, rakyat saya miskin terus. Malu saya. Lebih baik saya nggak jadi Presiden,” tegas Prabowo, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Prabowo menekankan, pertumbuhan ekonomi harus memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Arti sesungguhnya dari kesejahteraan adalah penghasilan rakyat secara riil, secara nyata harus meningkat. Setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata. Ini yang sedang kita perjuangkan. Ini garis kita, ini strategi kita,” ujarnya.
Baca juga : Wapres Dukung Santri Belajar Teknologi Digital
Kepala Negara menyatakan, Pemerintah akan memperluas akses pembiayaan dan menggerakkan perekonomian dari tingkat bawah. Pemerintah juga berkomitmen memperbaiki tata kelola kekayaan alam agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Prabowo lalu mengingatkan para kepala daerah agar menjadikan kesejahteraan masyarakat sebagai tolok ukur keberhasilan kepemimpinan. Ia menegaskan, kebahagiaan rakyat harus menjadi kebanggaan bagi setiap pemimpin daerah.
“Kebanggaan kalian sebagai pemimpin rakyat, kalau kalian datang ke rakyat, rakyatnya tersenyum. Nah, itu kebanggaan kalian,” tegasnya.
Ekonom Bank CIMB Niaga Martumpal Mika menilai, program program stimulus akhir tahun dapat membantu menjaga daya beli masyarakat. Namun, dampaknya terhadap perekonomian perlu diukur lebih lanjut.
Baca juga : Gus Ipul Genjot Pendataan Digital Bansos Tepat Sasaran
"Sebaiknya pemerintah mengkombinasikan kebijakan bansos dan insentif Nataru dengan terobosan penciptaan lapangan kerja sektor formal untuk menjamin daya beli yang kuat secara permanen," saran Martumpal saat dikontak Rakyat Merdeka, Jumat (23/10/2026).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.