Dark/Light Mode

Soal Karhutla, Sugiono Jawab Protes Anggota DPR Malaysia

Jumat, 23 Oktober 2026 07:45 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono. (Foto: Bakom RI)
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono. (Foto: Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Protes Malaysia terhadap Indonesia terkait kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus disuarakan. Terbaru, kritik dari anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan yang menyampaikan keluhannya kepada Presiden Prabowo Subianto menggunakan bahasa Jawa. Kritikan itu langsung dijawab Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono.

“Tentu saja kita memahami karena sebagai bangsa, masyarakat kita juga merasakan dampak langsung dari karhutla ini,” ujar Sugiono di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026).

Sugiono menegaskan, Indonesia merupakan pihak yang paling awal dan langsung merasakan dampak kebakaran tersebut.

Karena itu, dia menyampaikan terima kasih atas niat baik Malaysia dan negara-negara tetangga yang ingin membantu penanganan karhutla.

Baca juga : Singapura Bantah Recoki Bursa Saham Indonesia

“Yang paling pertama merasakannya adalah kita. Oleh karena itu, kita berterima kasih atas itikad baik untuk membantu Indonesia,” katanya.

Menurut Sugiono, pemerintah terus berkoordinasi dengan negara-negara tetangga untuk mengatasi karhutla. Komunikasi dilakukan melalui jalur diplomatik maupun hubungan langsung antarpemimpin negara.

“Komunikasi dan koordinasi kita lakukan lewat berbagai jalur, jalur diplomatik maupun hubungan langsung antarkepala negara. BNPB juga sudah melakukan langkah-langkah koordinatif dalam rangka mengatasi situasi ini bersama-sama,” tuturnya.

Sebelumnya, Kalam Salan yang merupakan anggota Parlemen Malaysia dari Perikatan Nasional (PN) menyampaikan protes terkait kabut asap karhutla kepada Presiden Prabowo. Pesan tersebut disampaikan saat sidang pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran 2027 di Dewan Rakyat Malaysia, Rabu (21/10/2026).

Baca juga : Kontrak Berakhir, InJourney Harap MotoGP di Mandalika Lanjut

Awalnya, Kalam menggunakan bahasa Melayu. Dia berharap Prabowo mempercepat pemadaman karhutla dan memastikan asap yang melintasi batas negara tidak terus berulang. Setelah itu, anggota parlemen dari daerah pemilihan Sabak Bernam tersebut beralih menggunakan bahasa Jawa agar pesannya dipahami para pemimpin Indonesia.

“Biarlah saya dengan izin pimpinan dewan bercakap dalam bahasa Jawa. Assalamualaikum Pak Prabowo, pripun kabare? Paringi waras nggih?” ujarnya, dikutip dari New Straits Times, Rabu (21/10/2026).

Dia kemudian menyampaikan keluhannya mengenai kabut asap yang menurutnya terus berulang setiap tahun. “Kula arep ngomong soal asap kabut sing saben taun kok metu saka Indonesia nganti Malaysia,” katanya.

Kalam juga menyoroti dampak kesehatan yang dirasakan masyarakat Malaysia akibat asap dari kebakaran hutan. “Pak, asap saka kobongan alas kuwi nggawe wong Malaysia susah arep ambegan. Akeh sing watuk, tenggorokane padha gatel, lan sesek ambegane,” tuturnya.

Baca juga : Kasus Proyek Jalan Di Sumut, KPK Tetapkan 7 TSK Baru

Dalam terjemahan bahasa Indonesia, Kalam mengatakan asap kebakaran hutan membuat warga Malaysia kesulitan bernapas. Banyak warga mengalami batuk, tenggorokan gatal, dan sesak napas. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.