BREAKING NEWS
 

Jajaki Pembukaan Rute Dumai-Malaka

ASDP Lirik Potensi Bisnis Logistik Dan Pariwisata

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Sabtu, 24 Oktober 2026 06:40 WIB
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara ASDP dan Parameswara Ferry Terminal di Kantor Pusat ASDP, Jakarta, Kamis (15/10/2026). (Foto: Dok. ASDP)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjajaki pembukaan rute penyeberangan Dumai–Malaka untuk memperkuat konektivitas Indonesia–Malaysia. Selain melayani penumpang, rute ini berpotensi dikembangkan untuk angkutan kendaraan dan logistik guna mendukung perdagangan serta pariwisata kedua negara.

Penjajakan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara ASDP dan Parameswara Ferry Terminal di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Direktur Operasi dan Transformasi ASDP Rio Lasse mengatakan, MoU tersebut menjadi landasan awal untuk mengkaji potensi pasar, kesiapan operasional, dan kelayakan bisnis lintasan Dumai-Malaka.

“Kami ingin memastikan, setiap peluang pengembangan konektivitas didukung oleh kajian yang objektif, mulai dari potensi pasar, kesiapan operasional, hingga kelayakan bisnis dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di kedua negara,” ujar Rio dalam keterangannya, Minggu (18/10/2026).

Kajian bersama Parameswara Ferry Terminal mencakup pertukaran data dan informasi, proyeksi permintaan pasar dan lalu lintas penumpang, aspek teknis-operasional, serta kesiapan infrastruktur pelabuhan di Dumai dan Malaka.

Baca juga : Menlu Wong: Indonesia Mitra Penting Australia

Kedua pihak juga akan mengevaluasi regulasi dan perizinan lintas negara, alternatif skema kerja sama dan model bisnis. Serta kelayakan finansial, termasuk kebutuhan investasi, biaya operasional, proyeksi pendapatan, dan indikator kelayakan usaha.

Rio menambahkan, koordinasi dengan otoritas terkait di Indonesia dan Malaysia diperlukan untuk mengidentifikasi persyaratan serta tahapan pengembangan layanan penyeberangan internasional.

Namun ia menegaskan, MoU tersebut masih berupa kerangka awal kajian dan belum menjadi komitmen untuk merealisasikan pembukaan rute maupun melakukan investasi.

Adsense

“Hasil kajian nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi kedua pihak dalam mempertimbangkan langkah pengembangan selanjutnya,” sambungnya.

Penandatanganan MoU turut dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Raden Dato’ Mohammad Iman Hascarya Kusumo, Atase Perhubungan RI Kuala Lumpur Sindu Rahayu, Koordinator Fungsi Ekonomi Fifi Afianita Firdaus, dan Atase Perdagangan RI Kuala Lumpur Aziza Rahmaniar Salam.

Baca juga : Maju Di Pusat, Jangan Lupa Jangkau Kawasan Pinggiran

Hadir pula Pengarah Eksekutif Parameswara Ferry Terminal (M) Sdn. Bhd. Datuk Shahrull Allam Shah bin Abdul Halim, Pengarah Operasi Parameswara Ferry Terminal (M) Sdn. Bhd. MD Yusshalman Bin MD Yusof, Direktur Teknik ASDP Nana Sutisna, serta jajaran manajemen ASDP lainnya.

Tingkatkan Konektivitas

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai, rute Dumai-Malaka memiliki potensi besar untuk memperkuat konektivitas kedua negara.

“Dari 20 tahun lalu, sudah ada penyeberangan di rute itu. Saya pernah naik, itu hanya untuk kapal penumpang, tapi sayangnya tidak ada perkembangan. Padahal, potensinya besar kok antar dua negara,” ujar Djoko kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Karena itu, Djoko berharap, Pemerintah menyiapkan regulasi yang memudahkan pengembangan rute tersebut.

Dia menilai, Dumai berpotensi menjadi penghubung pusat ekonomi di Sumatera dengan Malaysia, terutama melalui pengangkutan komoditas dan pengembangan pariwisata.

Baca juga : Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan

Meski demikian, realisasi rute perlu mempertimbangkan potensi pasar, kesiapan infrastruktur, regulasi kendaraan lintas negara, kepabeanan, imigrasi, dan kelayakan bisnis.

“Artinya, perlu dilihat potensi pasarnya seperti apa. Pemerintah bisa mengoptimalkan komoditas asal Sumatera, untuk meningkatkan angkutan logistik. Juga, sektor pariwisata untuk menarik jumlah kunjungan wisatawan,” jelasnya.

Djoko berharap, penjajakan tersebut juga mencakup layanan kapal Roll-On/Roll-Off (Ro-Ro) agar kendaraan dan barang dapat diangkut melalui jalur penyeberangan. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense