RM.id Rakyat Merdeka - Dari pengeringan kopi hingga layanan digital, inovasi PGE memperluas manfaat energi bersih bagi masyarakat.
Di dalam rumah pengering di Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, biji-biji kopi memenuhi rak panjang. Seorang pekerja memeriksa hasil pengeringan, sementara pekerja lain mengecek peralatan dan pipa pada Rabu, 24 September 2025. Aktivitas itu memperlihatkan sisi lain pemanfaatan panas bumi Kamojang, yakni energi dari dalam bumi yang tidak hanya digunakan untuk menghasilkan listrik, tetapi juga membantu petani mengolah hasil kebun.
Fasilitas Geothermal Dry House yang dikembangkan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Kamojang memanfaatkan panas dari uap buangan sistem panas bumi sebagai sumber energi alternatif untuk pengeringan kopi.
Inovasi ini menjawab persoalan pascapanen yang selama ini bergantung pada cuaca dan memerlukan waktu panjang.
Bagi petani, lamanya pengeringan berpengaruh terhadap kapasitas produksi, konsistensi mutu, serta peluang memenuhi permintaan pasar.
Teknologi tersebut memangkas waktu pengeringan dari sekitar 30-45 hari menjadi 3-10 hari. Kopi Kamojang juga telah menembus pasar Asia dan Eropa, dengan total ekspor yang dilaporkan mencapai 20 ton.
Hal ini diungkapkan Muhammad Taufik, Corporate Secretary PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Tbk.
“Percepatan proses dan mutu yang lebih konsisten membuka peluang bagi petani untuk mengolah hasil panen lebih efisien dan meningkatkan nilai jual komoditas lokal,” jelasnya.
Pengembangan Geothermal Dry House bukan proses instan. Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) menyebut, kerja sama dengan petani telah dimulai sejak 2018 melalui pengamatan, riset, dan uji coba.
Baca juga : BUK Bakal Jadi Pintu Perizinan Hulu Migas
Teknologi tersebut menunjukkan bagaimana pemanfaatan langsung panas bumi dapat melengkapi peran pembangkit listrik.
“Energi bersih tidak hanya disalurkan ke jaringan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan ekonomi di sekitar wilayah operasi,” jelas Baron.
Sebelumnya, General Manager PGE Area Kamojang, I Made Budi Kesuma Adi Putra, menegaskan bahwa Kamojang bukan sekadar penanda sejarah.
“Sebagai pionir panas bumi di Indonesia, Kamojang bukan hanya simbol sejarah, tetapi bukti nyata kontribusi Indonesia dalam mewujudkan masa depan energi bersih,” ujarnya pada 6 November 2025.
Budi juga menegaskan bahwa pihaknya ingin memperkuat posisi Kamojang sebagai pusat inovasi panas bumi, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat sekitar.
Manfaat itu juga dikembangkan melalui layanan ekonomi berbasis digital. PGE memperkenalkan Digital Rangers App, platform yang menyediakan layanan transportasi, wisata, penjualan dalam jaringan (daring), dan promosi produk.
Warga dapat terlibat sebagai mitra pengemudi dengan menggunakan sepeda motor listrik yang ditenagai listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang.
Dengan model ini, energi terbarukan terhubung dengan peluang kerja, layanan lokal, dan akses pasar bagi warga.
Namun, teknologi saja tidak cukup untuk menjamin kemandirian ekonomi. Keberlanjutan program bergantung pada keterlibatan masyarakat, kesiapan infrastruktur, kemampuan warga mengelola usaha, serta permintaan yang memadai terhadap produk dan layanan.
Baca juga : Alhamdulillah, Tak Ada Fasilitas Publik Rusak
Karena itu, hasil program perlu dinilai bukan hanya berdasarkan jumlah kegiatan atau penerima manfaat, melainkan juga dari pertumbuhan pendapatan, kelangsungan usaha, akses pasar, dan peluang yang terbuka bagi kelompok masyarakat yang lebih luas.
Pemerintah daerah dan desa memiliki peran penting untuk memastikan manfaat energi panas bumi menjangkau masyarakat.
Dukungan kebijakan, koordinasi antarlembaga, pelatihan, penguatan usaha lokal, serta integrasi dengan rencana pembangunan daerah dapat membantu menghubungkan proyek energi dengan kebutuhan warga.
Kolaborasi juga penting agar inovasi tidak berhenti sebagai proyek percontohan, tetapi berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang dapat bertahan setelah dukungan awal berakhir.
Arah tersebut juga tampak dalam pembahasan pengembangan panas bumi di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Dalam kunjungan kerja Dewan Energi Nasional (DEN) ke Garut pada Kamis, 13 Agustus 2026, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menekankan pentingnya sinergi untuk menghasilkan manfaat produktif.
Pada kesempatan yang sama, Anggota DEN, Mohammad Fadhil Hasan, menyebut kebutuhan listrik Garut sekitar 126 megawatt. Sedangkan kapasitas terpasang pembangkit panas bumi di daerah itu sekitar 270 MW.
Dia berharap, pengembangan panas bumi turut mendorong peningkatan pendapatan asli daerah, penciptaan lapangan kerja, dan modernisasi pertanian.
Saat mengunjungi PLTP Darajat pada 20 Mei 2026, Syakur sebelumnya juga berharap manfaat panas bumi tidak terbatas pada pasokan listrik. Tapi juga turut mendukung pemberdayaan masyarakat Pasirwangi dan Kabupaten Garut secara umum.
Baca juga : Drama Liverpool Singkirkan Chelsea
Kamojang dan Darajat merupakan lokasi berbeda, tetapi keduanya menghadapi tantangan yang sama, yaitu bagaimana potensi energi diterjemahkan menjadi manfaat sosial dan ekonomi yang terukur bagi warga sekitar.
Kamojang memberi contoh bahwa transisi energi dapat dibangun melalui hubungan antara teknologi, kebutuhan nyata masyarakat, dan pasar.
Panas bumi membantu mempercepat pengeringan kopi, inovasi digital membuka jalur layanan dan usaha. Sedangkan pemerintah daerah dapat memperkuat ekosistem agar manfaatnya meluas.
Hubungan itu perlu terus diuji melalui data dampak yang transparan, termasuk perkembangan pendapatan petani, keberlanjutan usaha warga, kualitas pekerjaan, dan distribusi manfaat.
Ukuran keberhasilan energi bersih tentu bukan hanya kapasitas pembangkit atau jumlah listrik yang dihasilkan.
Ukurannya juga terletak pada kemampuan energi tersebut menggerakkan produktivitas, memperluas kesempatan ekonomi, dan memperkuat kemandirian masyarakat.
Dari rak pengering kopi di Kamojang hingga layanan digital yang digunakan warga, panas bumi menunjukkan potensi untuk menerangi lebih dari sekadar rumah dan industri. Energi ini juga mampu membuka jalan bagi ekonomi desa yang lebih tangguh.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.