Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Siswa Dramaga Keracunan MBG, Bumbu Sate Diduga Jadi Pemicu
Kamis, 29 Oktober 2026 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kali ini, terjadi pada sejumlah siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga. Bumbu kacang sate ayam diduga menjadi pemicunya.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor Haidir mengatakan, investigasi awal mengarah pada bumbu kacang sate ayam yang digunakan dalam menu MBG pada Senin (26/10). Bumbu tersebut diketahui diolah oleh pihak ketiga sebelum digunakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dramaga 4.
“Iya, bumbu kacang untuk sate,” kata Haidir di Bogor, Rabu (28/10/2026).
Makanan yang dibagikan kepada siswa dan guru tersebut terdiri atas nasi, tempe orek, sate ayam, dan buah. Setelah menyantap makanan sekitar pukul 09.30 WIB, sejumlah siswa mengeluhkan mual, pusing, dan diare, dengan gejala yang muncul sejak Senin malam hingga Selasa (27/10/2026) dini hari.
Sebanyak 481 orang yang mengonsumsi makanan tersebut, terdiri atas 464 siswa dan 17 guru, sempat dibawa ke Puskesmas Cangkurawok untuk mendapatkan pemeriksaan.
Baca juga : KPK Geledah PT Djarum & Kantor Bea Cukai Kudus
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan, berdasarkan data tim di lapangan, sebanyak 13 siswa masih menjalani observasi. Dia meluruskan, informasi yang sebelumnya beredar yang keracunan mencapai 481 orang.
“Yang benar jumlah korban atau kita menyebutnya mereka yang terdampak dan masih dalam observasi, itu sebanyak 13 orang,” ujar Tysa, dikutip Rabu (28/10/2026).
Tysa menjelaskan, angka sekitar 481 siswa berasal dari pendataan yang dilakukan pihak sekolah pada Selasa pagi terhadap siswa yang mengonsumsi MBG sehari sebelumnya.
Para siswa ditanya apakah mengalami sakit perut, kemudian mereka yang menyampaikan keluhan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Ia menegaskan, BGN tidak bermaksud mengecilkan kejadian yang berdampak terhadap kesehatan penerima manfaat tersebut.
Baca juga : Rudianto Lallo: Langkah Preventif Agar Aksi Berjalan Damai
Sementara itu, KPPG Bogor bersama tim asistensi dan koordinator wilayah Kabupaten Bogor terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pihak sekolah, fasilitas kesehatan, serta instansi terkait untuk memastikan siswa terdampak memperoleh penanganan yang diperlukan.
Sebagai tindak lanjut, BGN menghentikan sementara operasional SPPG Dramaga 4 mulai Rabu (28/10/2026) hingga waktu yang belum ditentukan. Penghentian dilakukan setelah ditemukan praktik operasional yang dinilai tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Atas temuan tersebut, SPPG Dramaga 4 terancam dikenai sanksi.
Di tingkat daerah, Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Wakil Bupati Ade Ruhandi mengunjungi sejumlah siswa yang dirawat di Puskesmas Cangkurawok pada Selasa (27/10/2026). Rudy memastikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menanggung biaya pengobatan siswa terdampak, baik di rumah sakit pemerintah, puskesmas, maupun rumah sakit swasta yang menjadi rujukan.
Pemkab Bogor juga mengirimkan sampel makanan untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Lapkesda). Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar untuk membantu memastikan penyebab gejala yang dialami para siswa.
Di sisi lain, Polres Bogor mengambil alih penanganan kasus tersebut untuk penyelidikan lebih lanjut.
Baca juga : Bambang Rukminto: Perlu Diapresiasi, Tapi SOP-nya Harus Jelas
Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Kasus dugaan keracunan MBG di Dramaga menjadi perhatian karena terjadi hanya berselang enam hari setelah insiden serupa yang menimpa 103 siswa SMPN 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, pada Rabu (21/10/2026). [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya