BREAKING NEWS
 

25 Perusahaan & 5 Tokoh Raih Industry Award 2026, Berikut Daftarnya

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Minggu, 1 November 2026 14:16 WIB
Para peraih Industry Award 2026. (Foto: Dok. INDUSTRYcoid)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketika ketidakpastian global masih membayangi. Ketangguhan industri menjadi penanda penting arah ekonomi nasional. Dalam konteks itu, INDUSTRYcoid kembali menggelar Industry Award 2026 dengan tema “Driving Sustainable Growth Through Excellence in Governance and Digital Transformation” di President Lounge Menara Batavia, Jakarta, Kamis (29/10/2026). Sebuah ajang penghargaan yang tidak sekadar merayakan capaian bisnis, melainkan memotret daya tahan dan transformasi industri nasional di tengah gejolak ekonomi dunia.

Nandi Nanti, CEO INDUSTRYcoid sekaligus Ketua Dewan Juri, menggarisbawahi fase resiliensi yang tengah dilalui sektor manufaktur Indonesia. Ia menegaskan, PMI manufaktur September 2026 tercatat 52,4, tertinggi dalam tujuh bulan sejak Februari, setelah sempat berada di level 46,9 pada Juni.

"Ini adalah cerita tentang industri yang comeback. Cerita tersebut tidak terjadi secara kebetulan, melainkan lahir dari perusahaan yang menempatkan tata kelola sebagai fondasi dan transformasi teknologi sebagai kunci. Hanya perusahaan yang serius dalam tata kelola dan transformasi digital yang bisa selamat dari badai. Inilah yang kita apresiasi di INDUSTRY AWARD 2026,” ujar Nandi.

Proses penilaian bertumpu pada tiga lapis pendekatan: desk research, media monitoring, dan expert judgement. Dari 200 perusahaan yang ditelaah, seleksi mengerucut menjadi 60 perusahaan, hingga menetapkan tiga kategori utama: Special Recognition, lima Tokoh Industri 2026, dan 25 perusahaan industri terbaik berdasarkan kriteria performa bisnis, ESG, GCG, serta transformasi teknologi.

Pilar Ketangguhan & Posisi Daya Saing Manufaktur Global

Hadir memberikan Keynote Speech mewakili Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari. Ia menyampaikan paparan bertema “Membangun Industri Nasional yang Berdaya Saing” dalam kerangka Transformasi Ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga : Bamsoet: Harapan Presiden ke Kadin Harus Dijawab dengan Kerja Nyata

Emmy menegaskan peran vital Industri Pengolahan Non-Migas (IPNM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Pada Triwulan II-2026, pertumbuhan IPNM mencapai 5,32 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,29 persen. Sektor ini menyumbang kontribusi Rp 1.102,88 triliun (16,83 persen) terhadap PDB Nasional, menyerap 19,98 juta tenaga kerja, serta menyumbang 159,55 miliar dolar AS (80,39 persen) dari total ekspor nasional periode Januari–Agustus 2026.

Artinya, kata dia, produk yang diekspor sudah mengalami proses pengolahan di dalam negeri dan memiliki nilai tambah (value added). Dari sisi daya saing global, nilai Manufacturing Value Added (MVA) Indonesia tahun 2025 telah mencapai USD 275,61 miliar, menempatkan Indonesia di peringkat ke-12 dunia dan peringkat ke-1 di Asia Tenggara — mencapai dua kali lipat dari nilai MVA Thailand.

"Capaian ini harus terus kita jaga bersama melalui sinergi antara pemerintah, pemda, asosiasi, dan pelaku usaha,” ungkap Emmy.

Kemenperin mencatat indikator kepercayaan industri tetap solid, ditandai oleh ekspansi Indeks Kepercayaan Industri (IKI) sebesar 53,61 persen pada September 2026. Namun demikian, Emmy mengingatkan tiga tantangan strategis yang wajib diwaspadai: ketersediaan bahan baku, potensi trade diversion akibat perubahan kebijakan tarif global, serta perlindungan pasar domestik.

Adsense

“Pasar domestik kita mencapai 285 juta jiwa, dengan 78,39% produk manufaktur nasional diserap oleh pasar dalam negeri. Perlindungan pasar dalam negeri sangat krusial agar produk lokal tidak tergerus oleh serbuan produk impor sejenis,” tegasnya.

Penguatan Kapabilitas Teknologi & Program Unggulan BSKJI

Baca juga : BSKDN Petakan Isu Strategis 2027, Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Untuk menjawab tantangan tersebut, BSKJI Kemenperin terus menggulirkan berbagai program aksi nyata dalam meningkatkan kapasitas teknis dan efisiensi industri nasional:

Transformasi Digital: Dari Cost Center Menjadi Profit Center

Mengenai pilar transformasi digital melalui peta jalan Making Indonesia 4.0, Emmy menekankan bahwa adopsi teknologi telah berkembang menjadi kebutuhan dan gaya hidup industri modern. Hingga kini, sebanyak 13.549 industri telah melakukan penilaian INDI 4.0, didukung oleh 204 Manager Transformasi tersertifikasi BNSP dan 29 perusahaan percontohan National Lighthouse Industri 4.0.

Berdasarkan evaluasi pada perusahaan National Lighthouse, implementasi teknologi digital memberikan dampak bisnis yang terukur nyata: kecepatan masuk ke pasar (time-to-market) meningkat hingga 60 persen, produktivitas naik hingga 110 persen, kinerja finansial meningkat hingga 200 persen, serta tingkat kepuasan pelanggan naik 60–70 persen.

Ia menambahkan, transformasi digital bukan sekadar membeli dan memasang teknologi, melainkan sebuah investasi. "Ini bukan cost center, melainkan profit center yang terbukti meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing," ujarnya.

"Menutup pandangan mengenai pentingnya membangun masa depan industri yang mandiri dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045, mari kita ingat pesan Peter Ferdinand Drucker: 'Cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan menciptakannya'. Melalui kolaborasi tata kelola yang transparan dan penguatan teknologi, kita ciptakan masa depan industri Indonesia yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkas Emmy.

Daftar Pemenang Industry Award 2026

Penghargaan Khusus – Special Recognition

Baca juga : Yusril: Definisi Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi Perlu Diperjelas

S.D. Darmono (Founder Jababeka Group) – Lifetime Achievement Award – National Industrial Estate Figure of All Time

Penghargaan Tokoh Industri 2026 – Industrialist of The Year 

Penghargaan Perusahaan Industri 

Best Industrial Estate

PT Jababeka Tbk – Most Outstanding Integrated Industrial Township & World-Class Ecosystem

Best Financial Sector – Banking 
Best Healthcare

PT Pyridam Farma Tbk – Best Pharmaceutical CDMO & Global Expansion Leader

Best Insurance & Non-Bank Financial Service 
Best Automotive & Mobility
Best Manufacturing & Technology 
Best Consumer Goods & Agriculture
Best Infrastructure & Energy 

Best Hospitality, Tourisme & Exhibition

Best Property

PT Graha Buana Cikarang (Jababeka Residence) – The Most Progressive Mega Township Development for Sustainable Industry and Living 2026

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense