RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi ini, Jumat (15/5) dibuka menguat 0,07 persen ke level Rp 14.875 per dolar AS di pasar spot.
Penguatan ini antara lain dipicu oleh munculnya sentimen positif bakal dirilisnya data neraca perdagangan April oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari ini.
Tak seperti rupiah yang terlihat jos, mata uang Asia lainnya justru melemah. Yen Jepang terkoreksi 0,07 persen, dolar Singapura turun 0,04 persen, dolar Taiwan turun 0,1 persen, won Korea Selatan 0,11 persen, peso Filipina 0,12 persen rupee India 0,14 persen, yuan Tiongkok 0,05 persen dan ringgit Malaysia juga turun 0,17 persen.
Baca juga : Didiek Hartantyo, Bankir Yang Jadi Masinis Perusahaan Sepur
Dibanding kemarin, rupiah justru melemah di kurs tengah Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor).
Rupiah berada di Rp 14.946 per dolar AS, atau melemah 0,39 persen dibandingkan dengan posisi Rabu (13/5) di level Rp 14.887 per dolar AS.
Pelemahan mata uang Garuda saat ditutup kemarin, juga sejalan dengan rupiah di pasar spot.
Baca juga : BPS Perbaiki Data Pangan
Rupiah ditutup melemah 0,44 persen pada Kamis (14/5,) dibanding penutupan hari sebelumnya yang ada di Rp 14.865 per dolar AS.
Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji memproyeksi data neraca perdagangan Indonesia pada April, mengalami defisit. Namun, data penjualan ritel AS yang diprediksi mengalami penurunan, akan menekan dolar AS hari ini.
"Ini diharapkan bisa memberi katalis positif bagi rupiah, yang diprediksi bergerak di antara Rp 14.700-14.950 per dolar AS pada hari ini," kata Nafan. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.