Sebelumnya
Menkeu memprediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal lll bisa tumbuh 1 persen dalam skenario optimis. namun dalam skenario terberatnya, perekonomian akan tumbuh negatif.
“Tahun ini memang tergantung kinerja di kuartal III dan IV. Kalau kuartal III kita bisa hindari, tidak negatif, yang best scenario kuartal III bisa 0,5-1 persen. Kalau negatif untuk kuartal III, kita mungkin masih akan negatif. Itu berarti kalau kita bisa sampai negatif, kita bisa resesi,” jelasnya.
Untuk itu, pemerintah berharap perbaikan aktivitas ekonomi, khususnya di kuartal III bisa terwujud melalui program Pemulihan ekonomi nasional (PEN). Seluruh stimulus yang ada di dalam program ini memiliki tujuan agar masyarakat bisa terbantu dan aktivitas ekonomi bisa perlahan pulih.
Baca juga : Satu Kakinya Sudah Ada di Jurang Resesi
Sri Mulyani mengakui saat ini pemerintah lagi memanaskan mesin perekonomian agar bisa maksimal di kuartal III. Pemerintah juga menganggarkan dana pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp 695,2 triliun di tahun ini. Dana ini mencakup sektor kesehatan Rp 87,5 triliun, perlindungan sosial Rp 203,9 triliun, insentif usaha Rp 120,6 triliun, UMKM Rp 123,4 triliun, pembiayaan korporasi Rp 53,5 triliun, dan sektoral kementerian dan lembaga serta pemda Rp 106,1 triliun.
“Kita juga berharap supaya dana pemerintah itu betul-betul bisa mendukung proses pemulihan. Baik itu di rumah tangga, konsumsi, baik itu usaha kecil, menengah, maupun korporasi besar. Dan kita tetap menjaga agar lembaga keuangan tetap stabil dan menjalankan tugasnya,” ucapnya.
Sementara Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah menilai, kuartal lll menjadi penentu apakah Indonesia termasuk negara yang masuk kedalam jurang resesi atau tidak. Karena, kepastian resesi atau tidak menunggu rilis ekonomi kuartal III yang berakhir September. Jika Indonesia terjadi resesi kemungkinan baru diumumkan Oktober.
Baca juga : Dua Kali Menang, Ginting Merasa Belum Tampil 100 Persen
“Tidak lagi proyeksi. Tapi sudah official datanya di bulan Oktober BPS menyampaikan pertumbuhan ekonomi kita di kuartal III. Kita masuk resesi atau tidak,” katanya.
Piter menegaskan, resesi sebenarnya merupakan hal yang wajar dalam sebuah siklus ekonomi. Ibarat roda resesi adalah posisi ketika ekonomi sedang berputar di bawah.
“Ini bukan sesuatu yang sangat buruk, yang penting tidak terjadi krisis. artinya, dunia usaha masih bisa bertahan tidak kolaps, demikian juga dengan sektor keuangan,” jelasnya. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.