BREAKING NEWS
 

Sawit Domestik Didiskriminasi

Pengusaha Siap Lawan Uni Eropa

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : FAZRY
Kamis, 28 Februari 2019 08:18 WIB
Ladang Sawit. (Foto : Istimewa)

 Sebelumnya 
Galang Dukungan

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan mengatakan, Indonesia akan menggalang dukungan dalam pertemuan CPOPC agar kebijakan sepihak UE tidak jadi diberlakukan.

Baca juga : Capres Harus Prioritaskan Energi Terbarukan

“Tujuan utamanya adalah kita negara anggota CPOPC, tidak sepakat dengan skema RED II dan Indirect Land Use Change (ILUC) milik UE. Nanti akan kita sampaikan bentuk perlawanannya dan hasil kesepakatan bersama negara penghasil minyak kelapa sawit,” tegas Oke.

Menurut dia, dalam pertemuan tersebut, negara anggota CPOPC akan mendalami, apakah kampanye negatif UE melalui skema RED II itu melanggar kesepakatan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Apabila terbukti melanggar kesepakatan WTO, lanjutnya, CPOPC akan mengajukan gugatan.

Baca juga : Filipina Berani Lawan China?

“Bentuk gugatannya seperti apa, apakah bilateral yaitu masing-masing negara mengadukan, atau malah mengadukan secara kolektif. Keputusannya akan dibahas di pertemuan nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono mengatakan, CPOPC juga akan mengkaji penambahan negara anggota. Yakni Kolombia, Pantai Gading dan Thailand. Penambahan negara anggota itu, menurut Mukti, penting untuk menggalang dukungan melawan kampanye hitam CPO oleh berbagai negara. Anggota CPOPC saat ini hanya Malaysia dan Indonesia.

Baca juga : Pencak Silat Makin Diminati Masyarakat Eropa

“Dengan bertambahnya jumlah anggota, maka semakin banyak dukungan untuk melawan kampanye hitam. Itu artinya, semakin besar juga potensi kita meluluhkan dan mengamankan ekspor kita Uni Eropa. Sebab, mereka selama ini masih terus mendiskriminasi CPO kita,” cetus Mukti. (ASI)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense