Sebelumnya
Dalam membangun proyek, dia bilang, membutuhkan kerja tim yang kompak. Di sini terkadang ada permainan harga atau mark up anggaran belanja bahan bangunan. Bildeco hadir agar customer bisa hemat waktu, hemat biaya, dan mendapatkan barang berkualitas.
“Kita harus update harga. Karena kalau tidak tahu harga, ya ada pihak yang mark up. Makanya saya bikin website,” ujarnya.
Baca juga : Panitia : Laporan Keuangan Piala Presiden Sangat Transparan
Untuk menjadi startup besar, katanya, butuh proses perjuangan yang tidak mudah. Bahkan bisa dikatakan usaha startup kemungkinan gagalnya 90 persen. “Jadi startup sangat rapuh dan yang membuat bertahan adalah passion,” tutur Errika.
Menurutnya, usaha rentan gagal karena berbagai faktor. Salah satunya persaingan dengan perusahaan besar. Errika menegaskan, Bildeco sangat memudahkan mereka yang mencari bahan bangunan berkualitas. Pihaknya bekerja sama langsung dengan pabrikan. “Customer tidak buang waktu lagi untuk muter-muter nyari barang,” katanya.
Baca juga : 250 Pelaku Bisnis Startup Tawarkan Peluang Investasi
Dia menjelaskan, saat ini setiap hari ada pengunjung sekitar 4.000 orang yang mencari informasi dan membeli bahan bangunan dari Bildeco. Sebulan ada sekitar 100 ribuan pengunjung Bildeco. Jumlah bahan bangunan yang dijual sudah lebih dari 25 ribu produk.
Untuk harga jual, Bildeco membagi dua. Ada harga untuk ritel dan borongan. Dia memberikan harga khusus bagi customer yang membeli dengan jumlah banyak. “Kita bekerja sama dengan pabrikan. Untuk harga barang yang kita jual, pabrikan yang memberikan harga. Jadi kita sangat transparan,” ujarnya. “Kalau barang tidak ada, kami ada contact center yang bisa ditanya untuk kebutuhan yang diinginkan,” tutur dia.
Baca juga : BSMI Luncurkan Aplikasi InMed
Dengan aplikasi Bildeco, kontraktor dapat melakukan pembayaran fleksibel melalui kartu kredit. Lokasi suplai material yang dipilih pun akan disesuaikan dengan lokasi proyek agar memudahkan proses pengiriman. Di Tahun 2018, total transaksi yang dilakukan di Bildeco telah mencapai Rp 300 juta hingga Rp 400 juta per bulan.
Sekadar informasi, di awal merintis startup, Errika mengikuti kompetisi kewirausahaan dan terpilih menjadi satu dari sembilan pengusaha startup yang berangkat ke Sillicon Valley, Amerika Serikat, untuk melakukan studi banding dengan perusahaan digital terkemuka. Dia berhasil mendapatkan angle investor yang menanamkan modalnya untuk merilis perusahaan rintisan itu pada tahun 2017. (JAR)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.