Sebelumnya
Erick juga menegaskan, sinergi BUMN untuk ultra mikro akan dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha. Karena berpeluang besar mendapat pembiayaan berbunga rendah di masa depan.
Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto yakin bahwa holding ini memberikan dampak positif tidak hanya kepada pelaku UMi dan UMKM, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan agen ketiga perusahaan.
“Karyawan tidak perlu khawatir, karena holding tidak akan menimbulkan dampak negatif seperti PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), penutupan outlet ataupun pengurangan pendapatan. Bahkan sebaliknya, jika bisnis semakin sehat maka kesejahteraan karyawan pun semakin meningkat,” katanya.
Dihubungi terpisah, peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Talattov berharap, dengan terbentuknya holding ini bisa meningkatkan deviden kepada pemerintah.
Baca juga : KPK Kasih Lampu Hijau Tuh...
“Karena selama ini, Pegadaian sudah mampu menyetorkan deviden cukup besar ke pemerintah, pernah di angka Rp 2,8 triliun. Itu sangat besar,” ujarnya, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Ia juga berharap, keberadaan holding UMi membuat jangkauan pembiayaan kepada masyarakat benar-benar bisa terealisasi. Karena, masih ada masyarakat yang aksesnya ke perbankan masih sangat terbatas.
Baca juga : Puan Dorong Kolaborasi Dan Sinergi Antar Pimpinan Parlemen Perempuan
“Jangan tanggung-tanggung, kalau bisa suku bunganya tidak lebih dari 1 hingga 3 persen. Karena kan tujuannya juga agar nasabah ini bisa naik kelas. Lalu ada pertumbuhan jumlah nasabah baru pula pada Pegadaian maupun PNM,” pungkasnya. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.