BREAKING NEWS
 

Duh, 99,9 Persen UMKM Masih Kesulitan Akses Pinjaman

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : MUHAMAD FIKY
Sabtu, 27 Maret 2021 05:27 WIB
Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Fitria Irmi Triswati dalam acara Pelatihan Wartawan Ekonomi Nasional di Jakarta, Jumat (26/3/2021). (Foto : ANTARA/AstridFaidlatulHabibah)

 Sebelumnya 
Pembayaran tunai juga mem­buat pelaku UMKM harus melu­angkan waktu untuk mendatanya setiap hari. Karena, ada ada potensi uang kas hilang, harus mencari uang pecahan kecil untuk kembalian, memperoleh pinjaman lebih mahal, serta kendala masuk ke digital.

“Ini menyebabkan pemerintah melakukan program-program pemulihan ekonomi nasional melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS),” katanya.

Baca juga : Madura, Penyangga Utama Kebutuhan Migas Jatim

Fitria melanjutkan, pemerintah juga mendorong digitalisasi pada sistem pembayaran UMKM yang dilakukan melalui QRIS. Karena, dipercaya memu­dahkan transaksi maupun penyaluran kredit sehingga ekonomi nasional bisa terdorong.

“Penggunaan transaksi digital melalui QRIS dapat mendukung UMKM tercatat kemudian peng­gunaannya lebih mudah sehingga meningkatkan penjualan dan meningkatkan sasaran penyaluran kredit,” tegasnya.

Baca juga : Duh, BPJS Kesehatan Masih Tekor Rp 6,36 Triliun

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menilai, ada empat hal penting yang bisa dilakukan agar para pelaku UMKM menjadi sebuah industri yang nantinya menjadi tiang penyangga per­ekonomian.

“Pertama, pemberdayaan dengan bantuan teknis. Kedua, akses keuangan. Ketiga, digitalisasi dan yang keempat para pemangku kepentingan harus membantu perluasan pemasaran produk UMKM,” kata Perry. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense