Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - BPJS Kesehatan masih mengalami defisit Rp 6,36 triliun untuk kondisi keuangan menyeluruh.
Hal ini diungkap Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Gufron Mukti dalam rapat kerja perdana dengan Komisi IX DPR, Jakarta, Rabu (17/3).
"Aset netto per 31 Desember 2020, dana jaminan sosial kesehatan masih minus Rp 6,36 triliun," kata Ali mengawali paparannya.
Baca juga : Patuh Protokol Kesehatan, Piala Menpora 2021 Bakal Lancar
Meski mengalami surplus Rp 18,74 trilun di arus kas, namun masih ada total kewajiban yang harus dibayar, sebesar Rp 25,15 triliun. Terdiri dari incurred but not reported (IBNR) atau jenis klaim yang sudah terjadi, namun belum dilaporkan kepada perusahaan asuransi. Juga ada klaim dalam proses verifikasi atau outstanding claim (OSC), serta utang atau klaim dalam proses bayar.
"Jadi, dari arus kas, uangnya yang ada sekitar Rp 18,74 triliun. Tapi, belum membayar kewajiban seperti IBNR," jelas Ali.
Jika kewajiban dijalankan, maka BPJS Kesehatan defisit Rp 6,36 triliun. Padahal, dalam kondisi normal, pihaknya harus punya aset neto senilai Rp 13,93 triliun.
Baca juga : Kemenkes Dukung BPOM, Kental Manis Tak Cocok Untuk Balita
"Akibatnya, kondisi keuangan dana jaminan sosial belum sehat, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 84/2015," bebernya.
Untuk diketahui, pada 2019, BPJS Kesehatan gagal bayar Rp 15,508 triliun. Pada Januari-Juni 2020, juga masih terjadi gagal bayar. Untungnya, mulai Juli 2020 dan seterusnya, gagal bayar berhasil dihindari.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 842015 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 87/2013 tentang Pengelolaan Aset Jaminan Sosial Kesehatan, kondisi keuangan dana jaminan sosial kesehatan bisa dikatakan aman, jika memiliki aset yang mencukupi estimasi pembayaran klaim 1,5 bulan ke depan. Untuk saat ini, angkanya sekitar Rp 13,93 triliun. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya