Sebelumnya
Soemitro pun meminta pihak-pihak seperti UMKM atau lainnya, agar tak segan menghubunginya bila memang butuh gula.
"Ayo siapa yang butuh, daftar sini. Mau butuh gula apa, sini temui saya. UMKM yang perlu, sini. Mau minta gula apa. Ini nggak cuma berlaku di Jawa Timur, tetapi juga wilayah Indoesia. Berani saya," tantangnya.
Baca juga : Sah, Bamsoet Dilantik Jadi Ketua Umum Tarung Derajat
Ia pun tak ingin, isu kelangkaan gula ini berujung pada pembukaan keran impor. Karena petani akan menjadi korban.
"Pokoknya, kalau ada isu impor, saya pasang badan untuk petani. Marah saya, kalau gula aja impor. Saya ini ketua petani tebu se-Indonesia," tuturnya.
Baca juga : Mudik Dilarang, Trafik Penumpang Di Bandara Angkasa Pura I Terus Turun
Mulai dari ujung Jawa Barat, APTRI punya gula produksi PT Rajawali Nusantara II Cirebon. Di Jawa Tengah, ada pabrik gula Kranggil dan PTP IX. Di daerah Istimewa Yogyakarta, ada Madukismo. Di Jawa Timur, pabriknya banyak sekali. Di Madiun, Ngawi, Ponorogo ada 8. Belum lagi di Nganjuk, Kediri, Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, Pasuruan, Lumajang sampai Banyuwangi.
"Produksi total ada 1.100.000 ton. Mulai dari yang bagus, sampai yang kurang bagus. Mulai dari milik BUMN, sampai swasta. Kebutuhan gula di Jawa Timur, umpamanya jumlah penduduk 40 juta, ya paling-paling 450 ribu. Yang dimakan orang Jawa Timur, nggak sampai separuhnya. Makanya saya ketawa, kalo ada yang bilang sulit cari gula di Jawa Timur," beber Soemitro.
Baca juga : Sah, Bamsoet Dikukuhkan Jadi Ketua Umum PB Tarung Derajat
Ia meminta agar pihak-pihak yang meniupkan isu tersebut segera berhenti bikin ulah.
"Di tengah situasi pandemi seperti ini, tolong jangan bikin gaduh. Kita lagi butuh ketenangan mengatasi pandemi. Pemerintah jangan direcoki hal-hal semacam itu. Dikit-dikit pakai medsos, dikit-dikit pakai siaran pers. Tolonglah, nggak usah bikin gaduh. Apalagi, mengatasnamakan orang banyak," pungkas Soemitro. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.