BREAKING NEWS
 

Guru Besar Teknik Elektro UI : PLTS Atap Bisa Ancam Sistem Kelistrikan

Reporter & Editor :
FAZRY
Sabtu, 14 Agustus 2021 12:35 WIB
Ilustrasi PLTA Atap. (Ist)

 Sebelumnya 
Iwa juga mengungkapkan jika melihat data statistik, Indonesia hanya menyumbang emisi 1,8 persen, China 2,8 persen dan Jepang 3,3 persen. Bahkan Amerika Serikat menyumbang emisi hingga 14,5 persen.

"Artinya, Indonesia tidak dianggap sebagai negara yang mengotori langit dunia,' katanya.

Baca juga : Jajaki Peluang Kerja Sama Antar Kepolisian

Fakta kedua, sebanyak 68 persen pembangkit atau bahan baku pembangkit di Indonesia masih menggunakan batu bara yang harga jual listriknya termurah.

"Dari dua fakta ini, kita tidak boleh terburu-buru dan terlalu massif. Kita selalu membandingkan dengan negara, ini bukan pertandingan," ujar Iwa.

Baca juga : Guru Besar FKM UI: Tak Masalah PPKM Ganti Nama, Esensinya Sama

Untuk diketahui, saat ini ada rencana merevisi Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 49 Tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap Oleh Konsumen PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Isi dari Permen ESDM yang sedang diharmonisasi tersebut menyebutkan bahwa, tarif ekspor-impor PLTS Atap akan menjadi 100 persen. Atau naik 35 persen dibandingkan dengan peraturan lama yang hanya 65 persen. Artinya, PLN harus membeli 100 persen listrik PLTS atap. [FAZ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense