BREAKING NEWS
 

Bulog Punya Stok Beras Melimpah

Buwas Mentahkan Isu Impor

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : FAZRY
Rabu, 1 September 2021 06:40 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyampaikan laporan mengenai kesiapan Bulog untuk penugasan BPN dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI di Gedung Parlemen Jakarta. (Foto : Antara).

 Sebelumnya 
Menurut hitungannya, pengadaan beras dalam negeri tahun depan sebanyak 1,25 juta ton. Secara estimasi, pada 2022 Bu­log akan melakukan persediaan awal 1.005.075 ton beras, dengan persediaan akhir nantinya tersisa 1.039.075 ton.

Pengamat Pertanian dari Aso­siasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori mengungkap­kan, stok beras impor 2018 yang belum disalurkan tercatat berjumlah 186.952 ton per Agus­tus. Lebih rendah dibandingkan dengan stok per Maret sekitar 250 ribu ton.

Menurut Khudori, besarnya volume stok beras sisa impor 2018 itu harus dijadikan peringatan bagi Pemerintah untuk menyiapkan kebijakan stok pangan yang lebih tepat.

Baca juga : Airlangga Dorong Pemulihan Ekonomi Berbasis Riset Dan Inovasi

Sebab, beras impor berusia lebih dari tiga tahun berisiko mengalami penurunan mutu dan rusak.

“Sebaiknya, penugasan beru­pa penyerapan domestik maupun impor dalam jumlah besar harus diikuti dengan kanal penyaluran yang pasti,” tutur Khudori dalam keterangannya, kemarin.

Sebab, ingatnya, pengelolaan cadangan beras yang runyam, akan membebani kinerja Bulog pada akhirnya.

Baca juga : Lelaki Berdaster Curi Bus Sekolah, Ditangkap Polisi

Importasi beras mengemu­ka dalam RDP dengan Bulog, Senin (30/8). Ketua Komisi IV DPR Sudin menyebutkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat impor 41.600 ton beras sepanjang Januari-Juli 2021 dengan nilai ditaksir mencapai 18,5 juta do­lar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 263,86 miliar. Beras tersebut dipasok dari Vietnam dan Thailand.

“Impor tersebut dilakukan tanpa izin yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian,” ungkap politisi PDI-P ini.

Setelah mendapatkan penjelasan Bulog, Komisi IV menyatakan dukungannya kepada perusahaan untuk tidak melakukan importasi beras. Komisi IV juga meminta kepada Pemerintah untuk menu­gaskan Perum Bulog melepas sebagian stok CBP, agar Perum Bulog dapat melakukan penyerapan gabah beras petani pada saat panen kedua 2021. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense