Sebelumnya
Menurut hitungannya, pengadaan beras dalam negeri tahun depan sebanyak 1,25 juta ton. Secara estimasi, pada 2022 Bulog akan melakukan persediaan awal 1.005.075 ton beras, dengan persediaan akhir nantinya tersisa 1.039.075 ton.
Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori mengungkapkan, stok beras impor 2018 yang belum disalurkan tercatat berjumlah 186.952 ton per Agustus. Lebih rendah dibandingkan dengan stok per Maret sekitar 250 ribu ton.
Menurut Khudori, besarnya volume stok beras sisa impor 2018 itu harus dijadikan peringatan bagi Pemerintah untuk menyiapkan kebijakan stok pangan yang lebih tepat.
Baca juga : Airlangga Dorong Pemulihan Ekonomi Berbasis Riset Dan Inovasi
Sebab, beras impor berusia lebih dari tiga tahun berisiko mengalami penurunan mutu dan rusak.
“Sebaiknya, penugasan berupa penyerapan domestik maupun impor dalam jumlah besar harus diikuti dengan kanal penyaluran yang pasti,” tutur Khudori dalam keterangannya, kemarin.
Sebab, ingatnya, pengelolaan cadangan beras yang runyam, akan membebani kinerja Bulog pada akhirnya.
Baca juga : Lelaki Berdaster Curi Bus Sekolah, Ditangkap Polisi
Importasi beras mengemuka dalam RDP dengan Bulog, Senin (30/8). Ketua Komisi IV DPR Sudin menyebutkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat impor 41.600 ton beras sepanjang Januari-Juli 2021 dengan nilai ditaksir mencapai 18,5 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 263,86 miliar. Beras tersebut dipasok dari Vietnam dan Thailand.
“Impor tersebut dilakukan tanpa izin yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian,” ungkap politisi PDI-P ini.
Setelah mendapatkan penjelasan Bulog, Komisi IV menyatakan dukungannya kepada perusahaan untuk tidak melakukan importasi beras. Komisi IV juga meminta kepada Pemerintah untuk menugaskan Perum Bulog melepas sebagian stok CBP, agar Perum Bulog dapat melakukan penyerapan gabah beras petani pada saat panen kedua 2021. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.