Dark/Light Mode

Airlangga Dorong Pemulihan Ekonomi Berbasis Riset Dan Inovasi

Senin, 23 Agustus 2021 15:35 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: ist)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, ada tiga upaya yang perlu dilakukan agar pemulihan ekonomi ke depan dapat berbasis riset dan inovasi.

Pertama, kata dia, dengan riset hijau ekonomi berkelanjutan untuk mengurangi polusi. Menurutnya, riset ekonomi hijau melalui kegiatan yang berbasis bahar bakar hijau atau green fuel telah mempunyai succes story yakni B30. 

Berita Terkait : Sinergi dan Kolaborasi Kunci Pemulihan Ekonomi Nasional

Melalui pengembangan B30, harga kelapa sawit mencapai harga tertinggi. “Ekspornya masih bisa mencapai sekitar 20 miliar dolar AS dan yang lebih baik lagi adalah nilai tukar petani, pada periode ini harga TBS itu bisa mencapai Rp 1.800-Rp 2.000 per kilogram, di mana tahun 2019 harganya hanya Rp 1.000,” ujar Airlangga seperti dikutip dari Antara pada acara Puncak HUT ke-43 BPPT secara online, Senin (23/8).

Menurutnya, kebijakan B30 mendorong kekuatan Indonesia di sektor energi dan membuat Indonesia menjadi negara biodiesel terbesar di dunia. Oleh karena itu, kini Indonesia tengah menyiapkan B100 sebagai inovasi di bidang biodiesel.

Berita Terkait : Rehabilitasi Mangrove Bantu Ekonomi Masyarakat Desa Sedanau Natuna

Kemudian upaya pemulihan ekonomi berbasis riset dan inovasi yang kedua adalah mempercepat komersialisasi hasil riset dan inovasi melalui kerja sama dengan dunia usaha. Seperti industri dan UMKM serta lembaga penelitian.

“Apabila tidak ada nilai dari komersial maka sustainability kita terganggu. 43 tahun BPPT telah membuktikan banyak sekali, Mana yang berhasil mana yang belum berhasil mana yang bisa komersial mana yang tidak, sehingga tentu platformnya sudah terlihat,” ungkapnya.

Berita Terkait : Airlangga: Permintaan Ekonomi Global Dan Domestik Membaik

Sedangkan upaya ketiga adalah meningkatkan kemampuan teknologi informasi dalam pengembangan riset dan inovasi melalui pemanfaatan data online dan offline sehingga terjadi integrasi digital.

Menurutnya, Big Data dan Data Center menjadi penting. Data Center di Batam di kawasan ekonomi khusus Nongsa Digital Park dan di kawasan Jawa Barat beberapa perusahaan multinasional sudah menyiapkan data centernya. Sehingga tentu ini diharapkan bisa mendorong perkembangan teknologi berbasis digital. [DIT]