BREAKING NEWS
 

Andalkan Teknologi, Bank Mandiri Raup Laba Rp 19,23 T

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ADITYA NUGROHO
Kamis, 28 Oktober 2021 17:15 WIB
Paparan kinerja Bank Mandiri triwulan III-2021 secara virtual, Kamis (28/10). (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah pemulihan ekonomi nasional, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sukses mencatatkan kinerja positif, dengan meraup laba Rp 19,23 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 37,1 persen secara year on year (yoy).

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi menjelaskan, capaian kinerja yang baik tersebut selaras dengan pemulihan kondisi perekonomian secara nasional dan terus menurunnya kasus positif Covid-19.

Pihaknya mengapresiasi konsistensi pemerintah dalam mendorong percepatan vaksinasi dan penanggulangan pandemi Covid-19. Termasuk, upaya pemerintah dan regulator melalui rangkaian kebijakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk menggairahkan roda perekonomian di dalam negeri.

Baca juga : Bantu UKM Supplier Bumi Pangan Utama, Bank Mandiri Kucurin Pembiayaan Rp 100 M

“Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh optimalisasi fungsi intermediasi perseroan yang selaras dengan pertumbuhan ekonomi yang terus membaik,” imbuh Darmawan dalam paparan kinerja Bank Mandiri triwulan III-2021 secara virtual, Kamis (28/10).

Tercatat, hingga Kuartal III 2021, laju kredit perseroan secara konsolidasi mampu tumbuh positif sebesar 16,93 persen yoy menjadi Rp 1.021,6 triliun yang juga diimbangi dengan CASA Ratio Bank Mandiri (bank only) yang meningkat sebesar 7,15 persen yoy  yakni di level 74,57 persen.

Adapun Segmen Wholesale masih menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan kredit dengan peningkatan mencapai 7,93 persen yoy yakni menjadi sebesar Rp 533 triliun yang didorong oleh kinerja Commercial Banking dan Corporate Banking.

Baca juga : Top, BTN Kantongi Laba Rp 1,52 Triliun

"Sejalan dengan upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan Pemerintah. Bank Mandiri berkomitmen untuk bersama-sama mendorong kebangkitan ekonomi di sektor-sektor potensial pada masing-masing wilayah termasuk UMKM," terangnya.

Adsense

Untuk kredit UMKM Bank Mandiri turut mencatat peningkatan signifikan sebesar 20,3 persen yoy menembus Rp 100,1 triliun. Pertumbuhan pada sisi kredit UMKM, juga didukung oleh upaya pemerintah dan regulator lewat optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hasilnya, realisasi penyaluran KUR Bank Mandiri dalam sembilan bulan pertama 2021 telah mencapai Rp 28,46 triliun kepada lebih dari 291 ribu debitur. KUR tersebut disalurkan ke sektor produktif seperti pertanian, perburuan dan perikanan sebesar Rp 8,69 Triliun serta industri pengolahan dan pertambangan senilai Rp 2,3 triliun.

Baca juga : Blusukan Ke Tanah Rencong, Sandiaga Tak Lupa Nyicip Mie Aceh

Pertumbuhan ini diimbangi dengan perbaikan dari sisi kualitas kredit. Per 30 September 2021, posisi non performing loan (NPL) gross Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil menurun 37 basis poin (bps)  ke level 2,96 persen. Meski NPL relatif menurun, perseroan tetap terus melakukan peningkatan rasio pencadangan atau coverage ratio sebesar 2.486 bps secara tahunan menjadi 230,01 persen.

Darmawan mengatakan, untuk mengantisipasi potensi penurunan kualitas kredit, kami terus menjaga pembentukan pencadangan untuk memastikan relevansi kualitas kredit dengan kondisi eksisting. Per September 2021 (YTD), Bank Mandiri telah membukukan biaya CKPN secara konsolidasi sebesar Rp 16,4 Triliun dengan rasio NPL coverage berada di level yang memadai.

Perseroan juga berhasil menjaga likuiditas yang tercermin pada peningkatan dana pihak ketiga (DPK) dari sebesar Rp 1.024 triliun pada September 2020 menjadi Rp 1.214 triliun di akhir September 2021 secara konsolidasi atau tumbuh 18,5 persen yoy.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense