BREAKING NEWS
 

Bank DKI Pimpin Kredit Sindikasi BPD SI Senilai Rp 2 Triliun

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : MUHAMAD FIKY
Senin, 15 November 2021 15:18 WIB
Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy menyaksikan penandatanganan perjanjian kredit Sindikasi BPD SI kepada PT Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk (INKP) senilai Rp 2 triliun di Jakarta, Senin (15/11).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank DKI memimpin kredit sindikasi untuk investasi yang diberikan kepada PT Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk (INKP) senilai Rp 2 triliun. 

Kredit sindikasi tersebut melibatkan 12 Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (BPD SI) lainnya, yakni Bank Sumut, Bank Jatim, Bank Nagari, Bank Sumsel Babel, Bank Maluku Malut, Bank Papua, Bank Kalteng, Bank Sulselbar, Bank Kalsel, Bank Bengkulu, Bank NTT dan Bank SulutGo.

Penandatanganan perjanjian kredit Sindikasi BPD SI tersebut, disaksikan oleh Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy, Direktur Keuangan Bank DKI, Romy Wijayanto, Direktur Keuangan IKPP, Kurniawan Yuwono serta perwakilan Direksi masing-masing BPD di Jakarta, Senin (15/11).

Baca juga : Pertamina Siapkan Modal Rp 119 Miliar

Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy mengatakan, penyaluran kredit sindikasi tersebut ditujukan untuk refinancing yang terletak di pabrik PT Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk di di Jalan Raya Minas – Perawang Km.26, Desa Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau. 

Dalam sindikasi kredit tersebut,  Bank DKI ditunjuk sebagai Mandated Lead Arranger, sekaligus berperan sebagai agen fasilitas, agen jaminan, agen escrow dan kreditur. 

Adsense

Fidri menambahkan, penyaluran kredit sindikasi ini didasarkan pertimbangan bahwa industri pulp dan paper di Indonesia dinilai, masih sangat prospektif lantaran Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam hal produktivitas bahan baku sehingga menjadikan salah satu negara yang menjadi sumber bahan baku terbesar dengan produksi pulp menempati peringkat ke-8 dunia dan peringkat ke-6 dalam industri kertas. 

Baca juga : Tuan Rumah Pimpin Perolehan Medali Sementara Peparnas

“Secara rinci, penyaluran kredit sindikasi senilai total Rp 2 triliun, dengan Bank DKI turut menyalurkan dengan porsi senilai Rp 500 miliar,” ujarnya. 

Adapun BPD lain yang turut berpartisipasi adalah Bank Sumut dan Bank Jatim masing-masing Rp 270 miliar, Bank Nagari dan Bank Sumsel Babel Rp 175 miliar, Bank Maluku Malut Rp 110 miliar, Bank Papua Rp 95 miliar, Bank Kalteng, Bank Sulselbar dan Bank Kalsel masing-masing Rp 85 miliar serta Bank Bengkulu, Bank NTT dan Bank SulutGo masing-masing Rp 50 miliar dengan total partisipasi sebesar Rp 2 triliun. 

Sebelumnya, Bank DKI telah berpartisipasi dalam penyaluran kredit kepada PT Indah Kiat Pulp dan Paper, Tbk baik secara bilateral ataupun sindikasi termasuk diantaranya Sindikasi Kredit Investasi Refinancing Power Plant senilai Rp 1 ,4 triliun pada tahun 2018 dan Sindikasi Kredit Investasi Refinancing Mesin Pulp Making 8 sebesar Rp 1,75 triliun dengan porsi penyaluran kredit Bank DKI sebesar Rp 600 miliar pada tahun 2020 yang kesemuanya dalam kolektibilitas lancar.

Baca juga : Di Depan Komisi I, Andika Janji Bentuk TNI Sebagai Institusi Profesional

“Melalui penandatanganan perjanjian kredit sindikasi ini, diharapkan dapat menjadi salah satu stimulus  pertumbuhan perekonomian di tanah air di masa pandemi ini," kata Fidri. 

Selain pemberian kredit sindikasi bersama BPD tersebut, Bank DKI juga melakukan akselerasi pemberian kredit kepada segmen UMKM, yang tumbuh sebesar 28 persen secara yoy (year on year) dengan portofolio Rp 1,30 triliun pada Oktober 2020 menjadi Rp 1,68 triliun di Oktober 2021. Total pemberian kredit Bank DKI sampai dengan Oktober 2021 adalah Rp 36,5 triliun. [MFA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense