RM.id Rakyat Merdeka - Axis Communications, perusahaan teknologi jaringan asal Swedia siap memperluas kolaborasi dengan Pemerintah. Komitmen ini ditujukan untuk menghadirkan solusi keamanan pintar yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan di Indonesia.
National Sales Manager Indonesia Axis Communications Johny Dermawan mengatakan, perusahaan melihat peluang besar kerja sama. Tidak hanya dengan swasta tapi berbagai lembaga Pemerintah.
“Kolaborasi kami selalu menyesuaikan kebutuhan mitra, baik pemerintah maupun swasta,” ujarnya dikutip saat menjawab pertanyaan RM.id di kantor Axis di Soho Capital Jakarta, Sabtu (16/8/2025).
Menurut Johny, salah satu teknologi yang bisa segera diterapkan di Indonesia adalah sistem peringatan dini bencana. Solusi ini sudah digunakan di sejumlah negara dengan memanfaatkan speaker pintar Axis untuk menyampaikan peringatan real-time kepada masyarakat.
“Jika pemerintah membutuhkan, sistem ini bisa digunakan untuk mitigasi gempa atau tsunami. Kami memiliki pengalaman yang relevan dan siap mendukung upaya pencegahan bencana,” katanya.
Baca juga : KOPNUS Dukung Layanan Pensiun ke Kantor Pos Indonesia
Axis juga menilai potensi kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) cukup besar. Dukungan teknologi tersebut dinilai dapat mempercepat respons bencana dan memberi perlindungan lebih luas bagi masyarakat.
Selain fokus pada keamanan publik, Axis Communications resmi membuka Axis Solution Center di Jakarta sebagai galeri teknologi pertama di Indonesia. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat demonstrasi untuk memperlihatkan langsung cara kerja berbagai produk dan inovasi Axis, sekaligus menjadi wadah membangun kolaborasi dengan pemangku kepentingan di seluruh negeri.
Solution Center ini menampilkan teknologi terbaru, mulai dari kamera jaringan, interkom, audio pintar, manajemen video, hingga analitik. Salah satunya sensor lingkungan untuk mengukur kualitas udara, kamera termal untuk mendeteksi suhu, serta sistem audio yang terintegrasi dengan analitik video. Teknologi ini diklaim mampu meningkatkan keamanan publik dan efisiensi operasional.
Axis juga memperkenalkan kamera dengan perlindungan ledakan untuk sektor berisiko tinggi seperti pabrik minyak, gas, dan pupuk amonia. Kamera ini dilengkapi teknologi anti-getar agar gambar tetap stabil dan jelas meski di lingkungan ekstrem.
Regional Director South Asia Pacific Axis Communications Carl Malmqvist mengatakan, perkembangan transformasi digital di Asia Tenggara mendorong adopsi teknologi keamanan canggih.
Baca juga : Dipastikan Pengacara, Nadiem Bakal Penuhi Panggilan KPK Besok
“Solution Center ini langkah strategis Axis untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan keamanan di era konektivitas,” katanya.
Johny Dermawan menambahkan, pusat inovasi tersebut juga menjadi bentuk komitmen Axis dalam memahami kebutuhan mitra dan klien di Indonesia. “Melalui ruang ini, pelanggan bisa langsung melihat bagaimana teknologi kami bekerja untuk sektor publik maupun industri,” ujarnya.
Produk Axis Communications telah digunakan di berbagai sektor di dunia. Misalnya di Republik Ceko, kamera Axis dipasang di area tambang Bílina untuk mendeteksi ancaman sisa amunisi perang. Di Amerika Serikat, jaringan kamera PTZ Axis dimanfaatkan oleh Alert Wildfire untuk memantau kebakaran hutan, melacak titik api, dan memberi data penting bagi evakuasi serta pengerahan sumber daya.
Di Indonesia, tantangan serupa juga ada, terutama dalam penanggulangan kebakaran hutan, sektor pertambangan, dan infrastruktur vital. Teknologi Axis dinilai bisa menjadi solusi untuk memperkuat pemantauan dan pengelolaan operasional.
Axis Communications berdiri sejak 1984 di Lund, Swedia, dan dikenal sebagai penemu kamera berbasis Internet Protocol (IP camera). Kini perusahaan beroperasi di sekitar 50 negara dengan 5.000 karyawan. Sejak 2007, Axis menjadi bagian dari UN Global Compact dengan menerapkan prinsip keberlanjutan berbasis Environment, Social, Governance (ESG). Perusahaan juga memiliki sertifikasi keamanan siber untuk memastikan keandalan produk.
Baca juga : ChildFund International Berkolaborasi Dengan Berbagai pihak di Indonesia
Di Indonesia, Axis menerapkan model bisnis dua lapis, yaitu melalui mitra resmi dan distributor sebelum produk sampai ke pelanggan akhir. Perusahaan juga memperluas portofolio lewat akuisisi, seperti pembelian 2N pada 2016 yang memperkuat solusi interkom.
Johny menekankan, Axis hadir bukan hanya sebagai penyedia teknologi, tetapi juga bagian dari ekosistem pembangunan.
“Ketika sebuah gedung dirancang, sistem keamanan harus dipikirkan sejak awal. Karena itu kami bekerja sama dengan distributor, pengembang perangkat lunak, perangkat keras, hingga konsultan arsitektur,” tuturnya.
Melalui komitmen menghadirkan teknologi yang aman, efisien, dan cerdas, Axis menargetkan Indonesia sebagai pasar penting untuk ekspansi. “Kuncinya mendengarkan pasar dan memberikan solusi yang relevan. Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah dan mitra di berbagai sektor,” tandas Johny.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.