Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Tiga benda cagar budaya milik Indonesia dikembalikan Pemerintah Amerika Serikat (AS) kepada Pemerintah Indonesia. Dokumen pengembalian tersebut ditandatangani oleh Konsulat Jenderal Indonesia di New York, AS, Rabu (18/6/2025).
Konselor di Direktorat Amerika 1 Kementerian Luar Negeri Renita Moniaga menjelaskan, tiga benda budaya yang dipulangkan berasal dari suku Asmat (Papua), Dayak (Kalimantan) dan Batak (Sumatera Utara).
Baca juga : Menlu Lavrov: Rusia Siap Tambah Kuota Beasiswa Untuk Indonesia
“Ketiga benda itu dipulangkan dari Kejaksaan Agung New York kepada Pemerintah Indonesia,” terang Renita dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu (18/6/2025).
Renita menyebutkan, ketiga benda cagar budaya tersebut. Yaitu satu tameng perang Suku Asmat, Klebit Bok Suku Kayan Dayak dan Tunggal Panaluan Batak.
Baca juga : Kemendikdasmen Pastikan Tak Ada Gangguan Server
Benda tersebut sebelumnya disita sebagai barang selundupan untuk diperjualbelikan di pasar AS. Adapun nilai total ketiga benda cagar budaya tersebut diperkirakan mencapai 21,750 dolar AS atau sekitar Rp 354 juta.
Upacara serah terima dilaksanakan di kantor New York County District Attorney di Manhattan. Turut hadir tim dari Antiquities Trafficking Unit dan tim dari KJRI New York.
Baca juga : Stevano Apresiasi Presiden Naikkan Gaji Hakim Seluruh Indonesia
Tameng perang, Klebit Bok dan Tunggal Panaluan yang dimaksud merupakan barang sitaan dari kasus penyelundupan yang ditangani oleh kantor New York County District Attorney sejak 2011.
Saat ini, ketiga benda cagar budaya yang dimaksud masih disimpan di kantor KJRI New sebelum dibawa kembali ke Indonesia. Pemulangan ketiga benda tersebut ke Tanah Air, terang Renita, masih menunggu waktu yang tepat. Karena perlu koordinasi dengan Kementerian Kebudayaan. Pemulangannya akan dilakukan bersama benda-benda budaya lain.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya