BREAKING NEWS
 

Hyundai Dukung Inovasi Bobibos, Pelajari Performa Dan Durabilitas Mesin

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Selasa, 9 Desember 2025 13:06 WIB
Chief Operating Officer HMID Fransiscus Soerjopranoto saat menjelaskan dukungan Hyundai terhadap inovasi bahan bakar nabati Bobibos. (Dok. Bobibos)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hyundai Motors Indonesia (HMID) menyambut positif munculnya inovasi bahan bakar nabati (BBN) di Indonesia. Bagi Hyundai, energi terbarukan yang ada di Indonesia sejalan dengan komitmen perusahaan.

"Kami, Hyundai Motors Indonesia (HMID) menyambut baik munculnya berbagai inovasi Bahan Bakar Nabati (BBN) di Indonesia, mulai dari Pertamina Green, program B50, hingga riset lokal seperti Bobibos," kata Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia (HMID), Fransiscus Soerjopranoto kepada wartawan, Selasa (9/12/2025).

Baca juga : Perkuat Inovasi Diagnostik, Sysmex Dukung Pelayanan Kesehatan Nasional

Fransiscus melanjutkan, Inovasi seperti ini tentunya sejalan dengan komitmen global Hyundai yaitu progress for humanity. "Juga upaya nasional menuju energi yang lebih ramah lingkungan," katanya.

Adsense

Hyundai akan terus mempelajari perkembangan bahan bakar jenis nabati agar dapat memberikan performa dan durabilitas kendaraan. Tujuannya agar tetap terjaga dengan baik bagi konsumen sesuai standar global Hyundai.

Baca juga : Kunjungi Lokasi Bencana di Padang Pariaman, Wamendagri Kerahkan Dinas Dukcapil

"Kami mendukung terus bentuk-bentuk inovasi yang dapat membawa inisiatif ramah lingkungan. Kedepannya, kami akan terus mengikuti proses standardisasi dan kebijakan yang ditetapkan oleh regulator terkait," ujar dia.

Bobibos merupakan inovasi terbaru anak bangsa. Pembuatan Bobibos melalui proses bioenergi dan suntikan serum khusus, jerami diubah menjadi bahan bakar performa tinggi setara Research Octane Number (RON) 98 sesuai dengan hasil lab Lemigas. Bobibos diklaim mampu menekan emisi gas buang hingga mendekati nol.

Baca juga : Pengunjung Antusias Coba Performa Dan Fitur Andalan Jetour T2 Di GJAW 2025

Selain BBM dan SPBU, Pertamina merambah green energy melalui unit seperti Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), yang mendorong prinsip ESG (environmental, social & governance) dalam operasional.

Sementara B50 merupakan solar yang dicampur dengan 50 persen biodiesel dari minyak sawit. Biodiesel ini dibuat dari minyak sawit yang diproses hingga bisa digunakan sebagai bahan bakar. Dengan campuran setengah-setengah seperti ini, Indonesia berharap penggunaan solar murni yang berasal dari fosil bisa berkurang, sehingga polusi kendaraan juga dapat ditekan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense