BREAKING NEWS
 

Muslim Pro Siapkan Fitur Kejutan Bagi Pengguna Indonesia, Target Maret 2026

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Rabu, 4 Februari 2026 15:01 WIB
CEO Muslim Pro Nafees Khundker saat wawancara di Jakarta, mengungkap rencana peluncuran fitur baru khusus pengguna Indonesia, Selasa (3/2/2026). (Dok. Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Aplikasi Muslim Pro menyiapkan fitur produk baru untuk pengguna Indonesia. Peluncuran direncanakan berlangsung pada Maret 2026.

Chief Executive Officer (CEO) Muslim Pro Nafees Khundker mengatakan, inovasi tersebut dirancang khusus untuk kebutuhan pasar Indonesia. Muslim Pro menjadikan Indonesia sebagai prioritas utama dalam pengembangan produk global.

“Kami akan meluncurkan sesuatu yang besar di Indonesia pada bulan Maret nanti,” ujarnya dalam wawancara dengan RM.id di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Dia menjelaskan, produk baru tersebut saat ini masih menunggu persetujuan regulator. Muslim Pro menargetkan peluncuran dilakukan setelah seluruh proses perizinan rampung.

“Peluncuran ini masih kami siapkan. Ini kami rancang khusus untuk Indonesia,” ucap Nafees Khundker.

Muslim Pro menggandeng mitra besar dalam pengembangan fitur baru tersebut. Meski begitu, detail produk belum dapat diumumkan ke publik.

“Kami bekerja dengan mitra sangat besar dan peluncurannya akan segera dilakukan,” katanya.

Baca juga : Pemprov DKI Siapkan Festival Lampion dan Barongsai Sambut Imlek 2026

Langkah strategis ini diambil karena Indonesia memiliki basis pengguna paling aktif dan terbesar di seluruh dunia. Sejak awal berdiri pada 2010, aplikasi ini memang dikembangkan berdasarkan hasil riset kebutuhan masyarakat di Indonesia.

"Aplikasi Muslim Pro sebenarnya dibangun untuk Indonesia karena dalam riset kami ada kebutuhan yang sangat kuat saat itu," tutur Nafees Khundker menjelaskan sejarah awal aplikasi.

Kebutuhan pasar Indonesia selalu menjadi prioritas bagi pengembangan fitur Muslim Pro secara global. Nafees menegaskan, setiap kali tim pengembang menciptakan inovasi baru, pasar Indonesia selalu menjadi pemikiran pertama mereka.

"Indonesia bukan hanya pasar dengan jumlah unduhan yang besar bagi kami, tetapi juga salah satu komunitas yang paling aktif dan berpengaruh," kata Nafees Khundker.

Aplikasi Muslim Pro kini telah mencapai lebih dari 180 juta unduhan di lebih dari 190 negara dunia. Di Indonesia sendiri, aplikasi ini mencatat sekitar 3,6 juta pengguna aktif bulanan yang menjadikannya pasar paling signifikan.

Adsense

Menjelang bulan suci Ramadan, Muslim Pro memperkenalkan inisiatif baru bertajuk Ramadan Re:Charge (Ramadan Re:Charge). Program strategis ini memadukan kecanggihan teknologi, konten eksklusif, fitur komunitas, hingga berbagai aktivasi lapangan untuk mendukung kekhusyukan ibadah umat Muslim.

"Ramadan Re:Charge mencerminkan cara kami memandang pertumbuhan dengan mendukung keterlibatan jangka panjang melalui pembangunan kepercayaan," ucap Nafees Khundker.

Baca juga : PHE ONWJ Borong 7 Penghargaan Indonesia Green Awards 2026

Inisiatif ini dirancang dengan lima pilar utama yaitu Re:Center, Re:Commit, Re:Connect, Re:Share, dan Re:Focus. Pilar-pilar tersebut mencerminkan perubahan kebutuhan spiritual masyarakat dari waktu ke waktu agar ibadah terasa lebih manusiawi.

"Tujuan kami adalah membantu pengguna membangun kebiasaan positif selama Ramadan dan seterusnya bersama aplikasi Muslim Pro," kata Nafees Khundker.

Salah satu inovasi yang menonjol tahun ini adalah optimalisasi fitur Al-Qur'an (Al-Qur'an) yang dilengkapi kecerdasan buatan. Fitur AiDeen (AiDeen) hadir sebagai chatbot berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk membantu memahami ayat Al-Qur'an dalam konteksnya.

"Fokus kami adalah kesinambungan, bukan kuantitas dalam merancang fitur yang mencerminkan cara orang berinteraksi dengan iman," tutur Public Relations Manager (PR Manager) Muslim Pro Siti Zahidah.

Muslim Pro juga sukses membawa kreator lokal ke panggung kompetisi tingkat dunia lewat konten drama mikro. Salah satu karya membanggakan berjudul The Rise of Mercy (The Rise of Mercy) dimenangkan oleh kreator asal Bandung.

"Dua kategori kompetisi global dimenangkan orang Indonesia dan kami menugaskan pemenang membuat drama mikro berstandar global," kata Nafees Khundker.

Aplikasi ini menegaskan posisinya sebagai platform independen yang bisa digunakan oleh seluruh kelompok umat Muslim secara netral. Muslim Pro berkomitmen untuk merangkul semua pengguna tanpa berafiliasi dengan organisasi atau sekte tertentu.

Baca juga : Perkuat Akses Pasar Global, UMKM Perempuan Indonesia Ramaikan Spring Fair 2026

"Kami mencoba untuk benar-benar independen dari organisasi mana pun dan menjadi aplikasi untuk semua orang," tuturnya.

Terkait keamanan data pengguna, Muslim Pro menerapkan perlindungan sangat ketat lewat sistem tembok api atau Firewall (Firewall). Mereka berkomitmen hanya menyimpan informasi lokasi terkini yang dibutuhkan untuk akurasi jadwal waktu salat saja.

"Kami selalu menjaga data tersebut tetap aman dan sebagian besar orang tidak memiliki akses ke data," ungkap Nafees Khundker menjamin privasi.

Pihak manajemen memastikan bahwa data pribadi tidak akan dibagikan kepada mitra mana pun untuk kepentingan komersial lainnya. Seluruh standar keamanan digital mengikuti aturan internasional yang berlaku di Uni Eropa (UE) maupun Amerika Serikat (AS).

"Kami benar-benar tidak bermain dengan data tersebut atau memberikan data kami kepada mitra mana pun," pungkas Nafees Khundker.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense