RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia Miner 2026 resmi ditutup setelah tiga hari penyelenggaraan pada 5–7 Mei 2026. Forum yang digelar di Jakarta ini menghadirkan rangkaian konferensi, pameran, serta program kolaboratif yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan industri pertambangan.
Edisi keenam Indonesia Miner diikuti lebih dari 2.100 delegasi dari 20 lebih negara. Forum ini menghadirkan 60 pembicara dan 46 exhibitor, mencakup seluruh rantai nilai pertambangan mulai dari eksplorasi, operasional, hingga pengolahan dan hilirisasi. Kegiatan didukung 18 sponsor serta kemitraan dengan 15 lebih asosiasi dan perusahaan.
Baca juga : Telkomsel Hadirkan Paket RoaMAX Haji 2026 di Arab Saudi dan 13 Negara Transit
Konferensi dibagi ke dalam tiga fokus utama: Gold & Copper and Other Minerals, Critical Metals, serta Coal & Energy. Setiap tema menghadirkan perspektif dari sektor publik maupun swasta terkait tantangan global, peluang strategis, dan praktik terbaik di lapangan. Area pameran menjadi sorotan dengan 46 exhibitor yang menampilkan teknologi dan solusi terkini.
Sesi Miners Talk membahas topik relevan, antara lain LANDCROS Connect Insight oleh Febrianno Suwito dari PT Hexindo Adiperkasa Tbk, serta From Data to Decisions: AI Value in Modern Mining oleh Harry Rachmat Mucharam dari Bukit Teknologi Digital bersama Tommy Nugrahanto Wisudawan dari Berco Aftermarket Srl. Women in Mining and Energy Indonesia juga menginisiasi sesi Bridging the Gap: Integrating IRMA Standards for Impactful DEI dengan pembicara Dedy Haning dan Meilyn Tan, dimoderatori Maya Muchlis.
Baca juga : BRILink Agen Tembus 1,18 Juta per Maret 2026 Jangkau Lebih dari 80 Persen Desa
Platinum Sponsor Metso memaparkan Metso FIT Stations: Accelerating Project Execution in Crushing & Screening Plants. “Melalui sesi ini, kami dapat berbagi bagaimana pendekatan modular dapat membantu industri menjawab tantangan eksekusi proyek secara lebih efisien. Indonesia Miner menjadi platform yang tepat untuk berdiskusi langsung dengan pelaku industri mengenai solusi yang aplikatif,” ujar Jason Perrella, Technology Manager – Mining Crushers, Metso.
Coolon memperkenalkan pendekatan infrastruktur pencahayaan sebagai tulang punggung sistem digital tambang melalui Brilliant Connected Lights dan digital twin. “Kami melihat Indonesia Miner sebagai ruang yang tepat untuk menunjukkan bagaimana inovasi seperti ini dapat membuka perspektif baru dalam operasional tambang. Diskusi yang terjadi di sini sangat relevan dan membuka peluang kolaborasi lebih lanjut,” kata Andrew Orkin, Product Development Manager, Coolon.
Baca juga : Indonesia Panen Medali dari Panjat Tebing di Sanya 2026
Sementara PT Hexindo Adiperkasa Tbk menyoroti pengelolaan kelelahan kerja lewat sesi Awake at the Wheel: Leveraging Fatigue Risk Management for Competitive Advantage. “Topik ini menjadi semakin penting seiring meningkatnya kompleksitas operasional. Indonesia Miner memberikan ruang yang sangat baik untuk berbagi pendekatan ini dan berdiskusi langsung dengan para pelaku industri,” ujar Henra Sastrawan, Country Sales Manager, Wenco International Mining Systems, mewakili PT Hexindo Adiperkasa Tbk.
Indonesia Miner 2026 menegaskan peran platform ini dalam mempertemukan ide, membuka peluang kolaborasi, serta mendorong lahirnya solusi yang relevan bagi masa depan industri pertambangan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.