Dark/Light Mode

Resmi dibuka, Lab Indonesia 2026 Hadirkan 900 Inovasi Global

Rabu, 15 April 2026 15:21 WIB
Foto Dok Lab Indonesia
Foto Dok Lab Indonesia

RM.id  Rakyat Merdeka - Laboratorium memiliki peran penting, bahkan menjadi fondasi utama dalam menjaga daya saing industri dan kepercayaan pasar. Menjawab kebutuhan tersebut, Lab Indonesia 2026 edisi ke-delapan pameran industri laboratorium serta produk kimia untuk sektor medis, farmasi, pendidikan, dan penelitian ilmiah terbesar di Indonesia ini hadir dan resmi dibuka hari ini, Rabu (15/4) di Hall 5-7 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City dan akan berlangsung pada tanggal 15-17 April 2026.

Mengusung tema “Shaping the Future of Indonesia’s Laboratory Industry: Innovation, Standards, and Global Competitiveness,” Lab Indonesia 2026 menghadirkan 305 perusahaan dari 16 negara/wilayah—Amerika Serikat, China, Finlandia, Hong Kong, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Prancis, Singapura, Swedia, Swiss, dan Taiwan—serta empat paviliun internasional dari China, Jerman, Korea Selatan, dan Malaysia. Dengan 921 teknologi dan solusi laboratorium yang ditampilkan dari 32 negara, pameran ini juga akan mempertemukan 205 trade buyers dan ditargetkan 15.000 pengunjung profesional akan hadir.

Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia, Kristi Wulandari menyampaikan bahwa Lab Indonesia 2026 tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga pengalaman komprehensif bagi para pelaku industri, terutama melalui tingginya partisipasi internasional untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar strategis.

Baca juga : Hotel Kampoeng Indonesia Buka Babak Baru Investasi RI di Uzbekistan

“Lab Indonesia terus berkembang sebagai platform yang mempertemukan inovasi global dengan kebutuhan industri di Indonesia. Pada edisi ke-delapan ini, kami menghadirkan skala yang lebih besar, program yang lebih beragam, serta berbagai kolaborasi strategis yang membuka peluang baru bagi pelaku industri, akademisi, dan profesional untuk saling terhubung dan berkembang,” ujarnya.

Berbagai program unggulan kembali dihadirkan, antara lain 21 acara LabForum (International Scientific Conference) dan 135 acara LabTalk (Technical Seminar, Industry Workshop & Live Demonstration), yang menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan diskusi mengenai perkembangan teknologi, standar, serta praktik laboratorium berkelanjutan, relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Selain itu, program semacam One to One Business Matching, juga diadakan untuk mendorong terciptanya kerja sama dan kemitraan strategis antar pelaku industri.  

Pada pembukaan Lab Indonesia 2026, Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Ratno Nuryadi, menekankan pentingnya kolaborasi, diskusi, dan pertukaran pengetahuan antara berbagai pemangku kepentingan yang terjadi di platform ini untuk memperkuat ekosistem riset dan industri laboratorium.

Baca juga : Cadangan Beras Sentuh Level Tertinggi, Indonesia Siap Hadapi El Nino Godzilla

“Kemajuan riset dan industri sangat ditentukan oleh kualitas infrastruktur laboratorium, akses terhadap teknologi mutakhir, serta konektivitas antarpelaku ekosistem. Melalui Lab Indonesia, akan terjadi akselerasi transfer teknologi, peningkatan kapasitas SDM, serta terbukanya peluang kolaborasi strategis antara periset, industri, dan pemerintah. Inilah fondasi penting dalam membangun kemandirian teknologi nasional.” paparnya.

Lab Indonesia juga menghadirkan Wellness Corner Area, yang menyediakan berbagai layanan relaksasi dan kesehatan, termasuk terapi pijat didukung oleh Komunitas Pijat Tunanetra, terapi Teraherts Wave yang didukung oleh PERMI, dan juga Wellness Corner Lab Medicine oleh ILKI. Program ini merupakan bagian dari komitmen Lab Indonesia dalam mewujudkan “Step Into the Future of Sustainable Laboratories,” dengan mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam praktik industri, pertukaran pengetahuan, serta pengalaman pengunjung. Berbagai topik dalam LabForum dan LabTalk juga akan mengangkat isu efisiensi sumber daya, praktik laboratorium ramah lingkungan, serta kolaborasi lintas sektor.

Diselenggarakan di area ruang pameran seluas 14.500 meter persegi dengan skala yang lebih besar, program yang lebih beragam, serta kolaborasi yang semakin luas, Lab Indonesia 2026 diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem laboratorium nasional serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat regional dan global. Pameran ini terbuka bagi para profesional, pelaku industri, akademisi, regulator serta masyarakat yang berfokus pada perkembangan teknologi laboratorium sekaligus menjalin peluang kolaborasi.

Baca juga : Lestari Moerdijat: Dana IndonesiaRaya Dorong Ekosistem Kebudayaan Lebih Inklusif

Pengunjung juga dapat memanfaatkan layanan Free Shuttle yang tersedia di berbagai titik strategis menuju ICE BSD City, yaitu di Stasiun Rawa Buntu, Serpong - Tangerang Selatan. Citywalk Lippo Cikarang, Bekasi. Living Plaza Jababeka, Bekasi. Resinda Park Mall, Karawang. Botani Square, Bogor; Pulogadung Trade Centre, Jakarta Timur; Swiss-Belinn Modern Cikande, Serang, Banten.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.