Dark/Light Mode

ARCH:ID 2026 Hadir Lebih Besar, Dorong Kolaborasi Lintas Disiplin Arsitektur

Selasa, 14 April 2026 05:29 WIB
Jumpa pers ajang arsitektur terbesar di Indonesia, ARCH:ID yang akan berlangsung pada 23–26 April 2026 di ICE BSD City. (Foto : Ist)
Jumpa pers ajang arsitektur terbesar di Indonesia, ARCH:ID yang akan berlangsung pada 23–26 April 2026 di ICE BSD City. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ajang arsitektur terbesar di Indonesia, ARCH:ID, kembali digelar dengan skala yang lebih besar dan ambisius. Pameran ini akan berlangsung pada 23–26 April 2026 di ICE BSD City, menghadirkan ratusan peserta dari dalam dan luar negeri.

Diselenggarakan oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) bersama CIS Exhibition, ARCH:ID 2026 menghadirkan 725 booth dan lebih dari 180 peserta pameran yang menempati area seluas 18.000 meter persegi. Tak hanya itu, sekitar 31.000 pengunjung ditargetkan akan meramaikan pameran selama empat hari.

Tidak sekadar menjadi ajang pameran, ARCH:ID 2026 juga menghadirkan rangkaian program komprehensif. Mulai dari International Conference dengan delapan pembicara utama, 90 sesi talk series, hingga total 220 pembicara dari berbagai negara. Program lain seperti Featured Exhibition, Business Matching, Hackathon, dan Best Booth Award turut melengkapi pengalaman pengunjung.

Sebanyak 8.090 meter persegi area pameran dikurasi melalui kolaborasi lebih dari 60 arsitek lintas generasi. Nama-nama seperti Andra Matin, Muhammad Sagitha, M. Ikhsan Hamiru, hingga Artiandi Akbar terlibat bersama sejumlah komunitas, di antaranya Ibu Arsitek, IALRC, dan Scootarch.

Baca juga : Lab Indonesia 2026 Siap Hadirkan Inovasi dan Kolaborasi Global

“Melalui pendekatan kolaborasi antara brand dan arsitek, kami ingin mendorong setiap booth tidak hanya tampil sebagai ruang display produk, tetapi sebagai karya yang memiliki narasi dan kualitas desain yang kuat. Kehadiran Curated Best Booth Award menjadi bentuk apresiasi atas upaya tersebut, sekaligus memberikan nilai tambah bagi brand dalam membangun positioning dan pengalaman yang lebih berkesan di ARCH:ID 2026,” ujar R. Arief Sofyan Rudiantoro, Project Director PT CIS Exhibition.

Tahun ini, ARCH:ID mengusung tema “Skema Sintesa – Arsitektur Keterlibatan”. Kurasi dilakukan oleh Ar. Afwina Kamal, IAI, Ar. Trianzani Sulshi, IAI, dan Ar. Dhanie Syawalia, IAI. Tema tersebut menegaskan arsitektur sebagai ekosistem terbuka yang melibatkan berbagai disiplin dan aktor di luar praktik desain semata.

“Arsitektur telah lama menyimpan ilusi otonomi; seolah-olah merupakan disiplin yang hanya menjawab pada dirinya sendiri. Skema Sintesa membongkar anggapan ini, dengan menegaskan bahwa lingkungan binaan tidak pernah semata-mata merupakan hasil kerja arsitek. Setiap proyek dibentuk oleh sistem dan berbagai aktor di luar studio desain.” ujar Tim Kurator ARCH:ID 2026.

Pendekatan lintas disiplin juga diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai asosiasi profesional, seperti Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), Himpunan Teknik Iluminasi Indonesia (HTII), Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI), Green Building Council Indonesia (GBCI), Aliansi Designer Product Indonesia (ADPII), Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), serta Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI).

Baca juga : Setwapres Dorong Kolaborasi Penguatan UMKM Dan Ekonomi Perempuan

Dalam rangkaian konferensi internasional, ARCH:ID menghadirkan dua forum utama, yakni The Urban Forum dan The Architectural Forum. Sejumlah tokoh global seperti Florence Chan, Manuelle Gautrand, Marina Tabassum, dan Agnes Soh akan berbagi perspektif terkait dinamika arsitektur dan kota masa kini.

Dari dalam negeri, Irene Umar dari Kementerian Ekonomi Kreatif dan Diana Kusumastuti dari Kementerian PUPR turut memberikan pandangan strategis terkait kebijakan dan pembangunan nasional. Sementara itu, Isha Hening dan Helen Agustine membawa perspektif kreatif dari generasi baru.

“Skema Sintesa: Arsitektur Keterlibatan bukan hanya sebuah tema, tetapi merupakan sebuah mindset shift yang sangat kita butuhkan. Lebih dari sekedar mendesain bangunan, ini tentang membangun sebuah ekosistem kolaboratif, bagaimana kita dapat menjembatani batas-batas antar disiplin untuk membangun bahasa bersama dalam perancangan dan pengembangan kota.” ujar Irene Umar.

Sebagai platform business-to-business (B2B), ARCH:ID 2026 juga menjadi ruang strategis bagi peluncuran produk, pertukaran wawasan, dan penguatan jejaring profesional. Berbagai kategori produk ditampilkan, mulai dari arsitektur berkelanjutan, smart building, modular solutions, hingga material bangunan dan finishing.

Baca juga : Ancol Dorong Kolaborasi dalam Menghadirkan Informasi Publik yang Akurat

Melalui konsep dan skala yang semakin besar, ARCH:ID 2026 menegaskan perannya sebagai wadah kolaborasi lintas disiplin yang mendorong masa depan arsitektur yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.