BREAKING NEWS
 

Investor Muda ASEAN Meningkat, JustMarkets Dukung Tren Trading Mobile

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Selasa, 26 Mei 2026 11:35 WIB
JustMarkets menyoroti pertumbuhan trading mobile dan meningkatnya jumlah investor ritel di Asia Tenggara. Dok. JustMarkets

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri trading di Asia Tenggara mengalami perubahan besar. Jika sebelumnya aktivitas trading identik dengan komputer dan terminal desktop, kini mayoritas transaksi mulai bergeser ke smartphone.

Perubahan ini terlihat dari pertumbuhan investor ritel di sejumlah negara Asia Tenggara, terutama Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Pasar berbasis teknologi itu kini tumbuh lebih cepat dibanding pusat finansial tradisional seperti Singapura.

Menurut Vietnam Securities Depository and Clearing Corporation (VSDC), jumlah akun trading sekuritas domestik di Vietnam mencapai 12,26 juta per Februari 2026. Angka itu menunjukkan minat investasi masyarakat terus meningkat seiring berkembangnya platform digital.

Perubahan perilaku investor juga didorong penetrasi internet mobile yang semakin luas, harga smartphone yang makin terjangkau, hingga kualitas koneksi internet yang lebih stabil.

Meski Singapura dan Malaysia masih unggul dalam adopsi teknologi finansial atau fintech, Indonesia dan Vietnam dinilai memiliki kecenderungan lebih kuat dalam penggunaan platform trading berbasis mobile.

Literasi keuangan di kawasan Asia Tenggara juga terus meningkat, terutama di kalangan anak muda. Di Filipina, sekitar 26,5 persen investor ritel berasal dari kelompok usia 18–29 tahun.

Baca juga : Mesra Di Beijing, Trump-Jinping Teman Tapi Rival

Sementara di Indonesia, lebih dari separuh dari total 16,2 juta investor berasal dari generasi berusia di bawah 30 tahun.

Kemudahan akses menjadi salah satu faktor utama yang membuat trading mobile semakin diminati. Investor kini tidak lagi membutuhkan perangkat khusus maupun modal besar untuk mulai bertransaksi.

Selain itu, fitur aplikasi trading juga semakin lengkap. Mulai dari grafik harga, indikator teknikal, hingga bantuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu analisis pasar.

Kecepatan eksekusi transaksi dan pembaruan data secara real-time juga dianggap membantu investor dalam mengambil keputusan.

Adsense

Platform trading saat ini juga mulai menyesuaikan layanan dengan kebutuhan lokal. Mulai dari metode pembayaran hingga dukungan bahasa di masing-masing negara.

“Dengan berbagai kemudahan ini, trading kini bisa dijangkau oleh lebih banyak orang dan tidak lagi terbatas pada kalangan tertentu,” tulis JustMarkets dalam keterangannya, Selasa (20/5).

Baca juga : Gisella Anastasia, Hubungan Dengan Gading Lebih Sehat

Broker trading turut berperan dalam mendorong pertumbuhan transaksi berbasis mobile di kawasan Asia Tenggara. Salah satunya JustMarkets yang menghadirkan sejumlah fitur untuk mendukung aktivitas trader.

Perusahaan itu menyediakan integrasi grafik TradingView untuk analisis pasar, eksekusi trading cepat dan stabil, leverage hingga 1:3000, serta layanan pembayaran dan dukungan pelanggan 24 jam yang disesuaikan dengan pasar lokal.

Melalui layanan tersebut, trader dari berbagai level disebut dapat mengakses pasar secara lebih fleksibel sesuai kebutuhan masing-masing.

Perubahan gaya hidup trader juga mulai terlihat di beberapa negara Asia Tenggara. Di Thailand, misalnya, trading online disebut telah menyumbang sekitar 24,61 persen dari total aktivitas bursa, dengan lebih dari 6,8 juta akun aktif.

Menariknya, banyak trader kini tidak menjadikan trading sebagai pekerjaan utama. Mereka menggabungkannya dengan bisnis maupun pekerjaan freelance sehingga aktivitas trading menjadi bagian dari gaya hidup fleksibel.

Pertumbuhan industri trading digital juga mendapat dukungan pemerintah di sejumlah negara melalui penguatan regulasi dan pembangunan infrastruktur fintech.

Baca juga : Bertemu Menteri Hukum, Platform Digital Dukung Aturan Perlindungan Anak

Ke depan, teknologi diperkirakan akan semakin menentukan arah industri trading. Penggunaan AI, otomatisasi, hingga analisis sentimen disebut bakal membuat pengalaman trading lebih personal.

Selain itu, perkembangan teknologi blockchain dan jaringan internet generasi terbaru diprediksi meningkatkan kecepatan serta transparansi transaksi keuangan.

JustMarkets merupakan perusahaan trading multi-aset yang berdiri sejak 2012 dan telah beroperasi di lebih dari 160 negara. Perusahaan tersebut mengklaim telah meraih lebih dari 60 penghargaan industri dan menyediakan instrumen trading mulai dari forex, saham, komoditas, indeks, logam, energi, hingga aset kripto.

Perusahaan juga menegaskan bahwa trading instrumen keuangan memiliki risiko tinggi dan tidak selalu cocok bagi semua orang. Pergerakan pasar yang cepat dapat menyebabkan kerugian melebihi modal awal. Informasi yang disampaikan disebut bersifat edukatif dan bukan merupakan saran investasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense