Dark/Light Mode

Industri Makanan Minuman Tingkatkan Produksi Jelang Lebaran

Selasa, 10 Maret 2026 11:06 WIB
Irjen Kemenperin M. Rum. (Foto: Aditya/RM)
Irjen Kemenperin M. Rum. (Foto: Aditya/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri makanan dan minuman (mamin) dalam negeri meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi lonjakan permintaan masyarakat selama periode Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.

Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian M. Rum mengatakan, peningkatan produksi tersebut tercermin dari naiknya tingkat utilisasi industri makanan dan minuman yang kini berada pada kisaran 70 hingga 80 persen.

“Saat ini tingkat utilisasi industri makanan dan minuman berada pada kisaran 70 sampai 80 persen, meningkat dari rata-rata utilisasi sebelumnya sekitar 60 persen,” kata Rum saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Bazaar Lebaran 2026 Kementerian Perindustrian di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Baca juga : 80 Industri Dan UMKM Ramaikan Bazaar Lebaran Kemenperin 2026

Menurut dia, kenaikan utilisasi tersebut menunjukkan kesiapan produsen dalam mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap berbagai produk pangan olahan selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah strategis guna memastikan ketersediaan bahan baku industri agar produksi tetap terjaga selama periode peningkatan permintaan.

Langkah tersebut antara lain melalui pengoptimalan instrumen neraca komoditas serta upaya menjamin pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap produk makanan dan minuman.

Baca juga : Timnas Putri Iran Ingin Lekas Pulang

Selain itu, pemerintah turut memperhatikan kelancaran distribusi produk selama periode Lebaran dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas.

Rum menambahkan, sektor industri agro termasuk industri makanan dan minuman memiliki peran penting dalam menopang perekonomian nasional.

Pada 2025, sektor industri agro tercatat berkontribusi sebesar 52,09 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) industri nonmigas dan sekitar 9 persen terhadap PDB nasional, dengan pertumbuhan mencapai 4,95 persen.

Baca juga : DeJure: Reformasi Polri Harus Fokus Tingkatkan Profesionalisme Aparat

“Industri agro menjadi salah satu pilar penting yang menopang pertumbuhan industri nasional sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Kementerian Perindustrian juga terus mendorong penguatan sektor industri agro melalui program hilirisasi komoditas berbasis sumber daya alam dalam negeri.

Melalui strategi tersebut, komoditas unggulan daerah seperti kakao, sagu, dan kelapa diharapkan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi di sektor pangan, farmasi, kosmetik, hingga bioenergi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.