RM.id Rakyat Merdeka - Mandiri Utama Finance (MUF) berkolaborasi dengan Yayasan Difabelzone menggelar kegiatan “Membatik Bersama 100 Difabel” di Pendopo Wiyata Praja, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen MUF dalam mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas agar semakin mandiri dan produktif. Program ini sekaligus mendukung upaya menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai salah satu sentra batik yang inklusif.
Melalui program tersebut, MUF memberikan bantuan kepada 100 penyandang disabilitas yang berasal dari Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul dan Kota Yogyakarta. Bantuan disalurkan melalui Yayasan Difabelzone untuk mendukung pelatihan dan pembinaan membatik selama satu bulan.
Corporate Secretary & Legal Division Head Mandiri Utama Finance Elisabeth L. Sirait mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen MUF untuk memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
“MUF percaya bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya, dan menjadi produktif. Melalui program ini, MUF ingin mendukung para penyandang disabilitas dalam mengembangkan keterampilan dan kreativitas membatik sehingga dapat menghasilkan karya bernilai ekonomi serta membuka peluang menuju kemandirian,” ujar Elisabeth.
Baca juga : Bamsoet Dorong Perkuat Implementasi Perlindungan Hak Pendidikan Difabel
Menurut Elisabeth, dukungan tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada para peserta untuk terus mengembangkan keterampilan sekaligus potensi usaha secara berkelanjutan.
Branch Manager Mandiri Utama Finance Yogyakarta Sulasno mengatakan, program membatik diharapkan dapat mendorong peserta mengembangkan kreativitas sekaligus membuka peluang ekonomi melalui karya yang dihasilkan.
“Semoga dari kegiatan membatik ini lahir karya-karya yang membanggakan, memiliki nilai ekonomi, serta mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan perekonomian keluarga,” ujar Sulasno.
Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta KGPAA Paku Alam X mengatakan, membatik bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter.
Menurutnya, setiap titik dan garis yang ditorehkan dalam proses membatik membutuhkan ketekunan, ketelitian dan keberanian. Nilai-nilai tersebut dinilai selaras dengan semangat inklusivitas yang dibangun melalui program tersebut.
Baca juga : PNM Buka Jalan Kemandirian Difabel Lewat Pelatihan Vokasi di Brebes
Sri Paduka berharap kegiatan tersebut dapat mendorong lahirnya identitas batik difabel Yogyakarta yang khas dengan karakter dan nilai budaya tersendiri. Program tersebut juga diharapkan membuka ruang bagi munculnya talenta-talenta baru di bidang pembatikan.
Kepala Dinas Sosial DIY Suyarno mengapresiasi kolaborasi MUF dan Yayasan Difabelzone. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Daerah DIY dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.
Suyarno mengatakan pemberdayaan penyandang disabilitas tidak cukup dilakukan melalui pemberian bantuan. Akses dan kesempatan untuk berkarya secara berkelanjutan juga perlu dibuka agar penyandang disabilitas dapat mengembangkan potensi yang dimiliki.
Sebanyak 100 peserta yang mengikuti program tersebut memiliki beragam jenis disabilitas, antara lain daksa, cerebral palsy, polio, rungu wicara, tunagrahita, tunalaras, low vision dan autisme.
Selama satu bulan, para peserta akan mendapatkan pembinaan serta dukungan peralatan membatik. Pelatihan tersebut diarahkan untuk mengembangkan keterampilan peserta sekaligus menghasilkan karya yang memiliki potensi nilai ekonomi.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Buka Banyak Peluang bagi Difabel untuk Berkarya & Mandiri
Karya para peserta selanjutnya direncanakan dipamerkan pada 3 Desember 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas.
Melalui program tersebut, MUF berharap penyandang disabilitas dapat semakin mandiri dan produktif. Program ini juga diharapkan ikut memperkuat ekosistem batik yang inklusif di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.