Dark/Light Mode

Latih Peserta Binaan Membatik

FSRD Universitas Trisakti dan IOM Indonesia Sukses Gelar PkM Internasional

Selasa, 2 Juni 2026 19:36 WIB
PkM Internasional Universitas Trisakti bersama IOM Indonesia. (Foto: Dok. Universitas Trisakti)
PkM Internasional Universitas Trisakti bersama IOM Indonesia. (Foto: Dok. Universitas Trisakti)

RM.id  Rakyat Merdeka - Universitas Trisakti kembali menunjukkan komitmennya dalam Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) secara global. Senin (25/5/2026), Universitas Trisakti melaksanakan kegiatan PkM Internasional dengan berkolaborasi bersama International Organization for Migration (IOM) Indonesia.

IOM–Badan Migrasi PBB yang didirikan pada tahun 1951–merupakan organisasi antarpemerintah terdepan yang berdedikasi untuk mempromosikan migrasi yang berperikemanusiaan dan teratur guna memberikan manfaat bagi semua pihak.

Baca juga : Bamsoet Soroti Ketimpangan Ekosistem Transportasi Online

Kegiatan PkM Internasional yang dilaksanakan di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Trisakti ini dipelopori tim dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD). Tim PkM FSRD diketuai Dra. Atridia Wilastrina, M.Ds., bersama anggota dosen aktif yaitu Anita Armas, S.Sn., M.Ds., dan Dr. Ariani, S.Sn., M.Ds. Pelaksanaan kegiatan ini juga turut melibatkan dua mahasiswa FSRD yang terjun langsung mendampingi peserta, yaitu Ladisa Sunarya dan Aqila Ghaisani A.

Mengusung pendekatan seni dan budaya, PkM Internasional kali ini menghadirkan program "Pelatihan Menggambar Motif Batik Menggunakan Gutta Tamarind di Atas Media Kipas". Kegiatan yang diikuti 25 peserta binaan IOM ini sukses memberikan edukasi aplikatif sekaligus ruang berekspresi yang kreatif.

Baca juga : Hilirisasi Badan Karantina Indonesia Mengunci Pengaruh Di Peta Global

Melalui program ini, para peserta diajak untuk mengenal kekayaan budaya Nusantara sekaligus mempraktikkannya secara langsung. Penggunaan Gutta Tamarind (serbuk biji asam jawa) sebagai perintang warna alternatif pengganti malam panas (lilin batik) dipilih karena dinilai lebih aman, ramah lingkungan, dan sangat mudah diaplikasikan oleh pemula, termasuk bagi para imigran yang baru pertama kali mengenal teknik membatik.

Selain menjadi ajang transfer pengetahuan budaya dan keterampilan teknis, pelaksanaan PkM internasional bersama IOM Indonesia ini juga menghadirkan solusi pemberdayaan yang bersifat terapeutik bagi para peserta di masa transisi mereka. Aktivitas menggambar dan mewarnai motif di atas media kipas tidak hanya melatih motorik dan kreativitas, tetapi juga mampu menjadi sarana pelepas penat (healing) yang efektif. Keterampilan seni terapan ini diharapkan dapat memantik semangat kewirausahaan kreatif dan memberikan nilai tambah (added value) bagi para peserta binaan ke depannya.

Baca juga : Masuki Usai 25 Tahun, President University Konsisten Bangun Generasi Muda Global

Kegiatan PkM Internasional ini berjalan dengan lancar, hangat, dan penuh rasa kekeluargaan. Acara ditutup dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang memamerkan hasil karya kipas batik mereka yang indah dan beragam. Melalui kolaborasi ini, FSRD Universitas Trisakti dan IOM Indonesia sukses meletakkan fondasi penting bagi pemberdayaan keterampilan seni yang inklusif serta pengenalan budaya yang humanis bagi komunitas imigran.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.