BREAKING NEWS
 

Siapkan 6 Strategi Arus Balik, Kemenhub Gelar Rapat Bersama Korlantas dan Jasa Marga

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 4 Juni 2019 03:51 WIB
Kakorlantas Refdi Andri (tengah) diapit Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi dan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani, menjawab pertanyaan wartawan usai rapat rencana penanganan arus balik Angkutan Lebaran 2019 di Kantor Jasa Marga, Jakarta, Senin (3/6). (Foto: Humas Hubdat)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menggelar rapat rencana penanganan arus balik Angkutan Lebaran 2019, bersama Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas) Refdi Andri dan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani dengan stakeholder terkait.

Rapat yang digelar pada Senin (3/8) petang di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta ini menghasilkan 6 poin strategis untuk arus balik mendatang.

Pertama, rambu-rambu di akses masuk rest area harus sudah terpasang sebelum pelaksanaan one way arus balik, yakni sebelum 7 Juni.

Kedua, penambahan mobile toilet, termasuk kanopi pelindung untuk antrean toilet harus dipenuhi sebelum tanggal 7 Juni.

Ketiga,  untuk mengantisipasi mobil mogok di jalan tol, diminta kepada BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) untuk menambah mobil Layanan Jalan Tol (mobil patroli) dan menempatkan mobil derek, serta menempatkan bengkel Agen Pemegang Merk (APM) di rest area tipe A sebelum 7 Juni.

Baca juga : Mari Rekatkan Kembali Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Keempat,  menempatkan informasi call center bantuan emergency yang dapat dihubungi setiap saat, yang ditempatkan di bawah rambu dan tempat strategis.

Kelima, Gerbang Tol Palimanan merupakan gerbang tol pembayaran cluster 2 dan tapping cluster 1, sehingga perlu adanya penambahan mobile reader dari 28 unit menjadi 38 unit dan EDC dari 2 menjadi 12 di GT Palimanan.

Keenam, waktu pelaksanaan one way tanggal 7 Juni sampai 10 Juni dimulai pukul 12.00 WIB s/d 24.00 WIB dari KM 414 Kalikangkung s/d KM 70 Cikampek Utama. Selanjutnya diberlakukan contraflow dari KM 70 s/d KM 65, atau sesuai dinamika di lapangan dengan pertimbangan dari Kepolisian.

Adsense

“Setelah beberapa hari kita melakukan arus mudik, terbaca bahwa ada kebiasaan masyarakat berangkat setelah Maghrib. Sehingga, saat perjalanan di jalan tol, mereka sudah kelelahan. Kemudian, saat tengah malam atau pagi hari, rest area menjadi permasalahan," jelas Dirjen Budi dalam keterangan tertulis yang diterima RMco.id.

"Dengan diberlakukannya one way, kami mengimbau masyarakat untuk melakukan perjalanan mulai sholat Subuh, sehingga perjalanan siang atau sore masuk Jakarta. Karena kalau perjalanannya tengah malam, rest area penuh. Sehingga, mereka istirahat di bahu jalan. Dampaknya, terjadi hambatan di rest area,” sambungnya.

Baca juga : Sadar Bencana, Kemenperin Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran

Dirjen Budi juga mengimbau masyarakat, agar mengatur waktu kepulangan mereka. “Pulanglah lebih awal, misalnya tanggal 7. Jamnya juga harus diatur. Sehingga, kalau perjalanan pagi hari, tidak terlalu mengantuk,” ujar Dirjen Budi.

Terkait hal ini, Kakorlantas Refdi Andri mengatakan bahwa selama periode Operasi Ketupat sejak tanggal 29 Mei pekan lalu, rapat ini merupakan evaluasi dalam bentuk diskusi untuk menerima masukan tentang apa yang sudah dilakukan. Khususnya, yang terkait pergerakan masyarakat di Tol Trans Jawa, maupun jalan arteri di jalur Utara dan Selatan.

"Yang menjadi fokus kita yaitu pada tanggal 7-10 Juni. Kesepakatan dalam 6 poin tersebut merupakan evaluasi setelah 6 hari arus mudik berjalan,” ujar Refdi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani menyebutkan, “Sampai tadi pagi pukul 06.00 WIB di Cikampek Utama telah lewat 515.653 kendaraan. Yang meninggalkan Jakarta ke arah Merak, Selatan, ke Jagorawi itu totalnya menjadi 926.852 kendaraan. Kami menganggap masih ada sisa sebanyak 369.904 kendaraan yang keluar Jakarta".

Perpanjangan one way yang semula hanya sampai Minggu (2/6), menjadi sampai Senin (3/6), karena diprediksi masih banyak pemudik yang berangkat meninggalkan Jakarta.

Baca juga : Buruh Gelar Drama Jalanan Hingga Pameran Lowker

Desy juga mengtakan, sampai Senin (3/6) pagi, masih cukup padat pemudik yang meninggalkan Jakarta. Sehingga one way pada Senin (3/6), dilakukan hingga pukul 21.00 WIB, dengan mempertimbangkan pergerakan kendaraan.

Kesepakatan hasil rapat tersebut ditandatangani Danang Parikesit selaku Kepala Badan Pengatur Jalan Tol ( BPJT), Kusharyanto dari Mabes Polri, Firdaus Azis Vice President Director PT Lintas Marga Sedaya (LMS), dan R Widie Wahyu GP dari Asosiasi Pengusaha Rest Area Indonesia (APRESTINDO). [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense