RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi menyatakan, Indonesia sudah tidak mengimpor beras selama tiga tahun terakhir, setelah sebelumnya mengimpor 1,5 juta ton-2 juta ton beras setiap tahunnya.
Jokowi berharap, capaian tersebut dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan dengan menggenjot produktivitas petani beras di dalam negeri.
Baca juga : Javlon Pede Bersama Pesut Etam
"Yang biasanya kita impor 1,5 juta ton sampai 2 juta ton per tahun, sudah 3 tahun ini kita tidak. Ini yang harus dipertahankan, syukur stoknya bisa kita perbesar. Artinya, produktivitas petani itu harus ditingkatkan," kata Jokowi dalam Rapat Kerja Nasional V Projo, dikutip dari akun YouTube Palti West, Sabtu (21/5).
Kendati demikian, Jokowi mengakui, Indonesia masih mengimpor beras-beras khusus dari luar negeri. Misalnya, Beras Khas Jepang, Korea dan India untuk konsumsi warga negara tersebut di Indonesia.
Baca juga : Golkar-PAN-PPP Bikin Koalisi Indonesia Bersatu, Pengamat: Cuma Tes Ombak
“Meski ada impor, kecil, tapi itu beras-beras khusus," ujar mantan Wali Kota Solo tersebut.
Jokowi mengatakan, harga beras di Indonesia juga berada di bawah rata-rata, yakni Rp 10.700 per kilogram.
Baca juga : Maung Bandung Seleksi Pemain Asing Asia
Dia membandingkan dengan harga beras di Korea Selatan sebesar Rp 53.000 per kilogram, Rp 52.000 kilogram di Amerika Serikat, dan Rp 18.000 per kilogram di Filipina.
"Ini yang harus kita syukuri dan kita sudah 3 tahun ini tidak impor,” kata Jokowi.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.