Sebelumnya
Tujuannya, agar pelaksanaan magang bisa lebih konsisten, lebih efektif dan mudah dipahami, baik oleh industri maupun perguruan tinggi.
Pendidikan vokasi, baik SMK dan perguruan tinggi juga terus mempersiapkan SDM terampil di sektor industri kendaran listrik atau EV dan energi terbarukan lainnya.
Untuk menjawab kebutuhan industri saat ini, ada empat Program Sarjana Terapan (D4) Spesialisasi 1 Tahun Energi Terbarukan pada empat politeknik di bawah Kemendikbudristek.
Baca juga : Pentingnya Integrasi Pendidikan SDM Dengan Teknologi
Institusi pendidikan itu adalah Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Manado, Politeknik Negeri Ujung Pandang, dan PEM Akamigas di bawah Kementerian ESDM.
Selain itu, pendidikan tinggi vokasi juga dapat mengembangkan program studi yang secara penuh spesifik mengenai energi baru terbarukan, yakni Sarjana Terapan (D4) Teknik Energi terbarukan di Politeknik Negeri Jember yang didirikan sejak tahun 2008.
Kemudian ada Program Magister Terapan Program Studi Teknik Energi Terbarukan yang berdiri sejak 2016 di Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang.
Baca juga : Merdeka Belajar Dan Belajar Merdeka
Pembelajaran seperti ini mengasah keterampilan siswa dan mahasiswa vokasi dan meningkatkan kebekerjaan mereka.
Dalam hal pengembangan energi panas bumi, perguruan tinggi juga terlibat intensif mulai dari prospecting, planning, design, hingga pengoperasian.
Politeknik juga mengembangkan kerja sama dengan industri dalam mengembangkan pembangkit listrik tenaga bayu (angin) dan surya untuk daerah terpencil dari Politeknik Negeri Malang (Polinema). ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.