RM.id Rakyat Merdeka - Kantor Staf Presiden (KSP) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), dan Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) meneken MoU atau Nota Kesepahaman di gedung Bina Graha Jakarta, Selasa (23/5).
Penandatanganan MoU ini dilakukan untuk mengatasi isu-isu strategis. Pimpinan dari ketiga lembaga yakni Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko, Gubernur Lemhanas Andi Widjajanto, dan Sekretaris Jenderal Wantannas Laksamana Madya TNI Dadi Hartanto hadir langsung dalam acara tersebut.
Moeldoko menjelaskan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman ini adalah bukti nyata dari sinergi antara lembaga-lembaga tersebut dalam menangani isu-isu strategis.
Terutama dalam waktu sekitar satu tahun ke depan, Indonesia akan menghadapi berbagai isu strategis yang menjadi perhatian Presiden Jokowi, seperti isu geopolitik, demokrasi, dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Baca juga : Kemenkop UKM Dan Kementan Teken Kerja Sama Pengembangan Koperasi Di Sektor Pertanian
Menurutnya, KSP, Lemhanas, dan Wantannas punya peran sentral dalam posisi mereka sebagai mata dan telinga Presiden.
Lemhanas memberikan analisis risiko yang paling akurat, Wantannas memberikan rekomendasi respon mitigasi yang paling efektif, dan Kantor Staf Presiden menyelesaikan bottleneck berbagai isu strategis yang terkait.
“Dengan sinergi ini maka berbagai hal yang perlu mendapat respon cepat oleh Presiden bisa tersajikan dengan baik,” tegasnya.
Gubernur Lemhanas, Andi Widjajanto, juga mengungkapkan bahwa kolaborasi antara Kantor Staf Presiden, Lemhanas, dan Wantannas dalam penanganan isu-isu strategis mendorong mereka untuk melakukan tindakan yang di luar kebiasaan, terutama dalam situasi yang tidak normal. Hal ini memungkinkan ketiga lembaga untuk mengambil tindakan strategis dengan cepat.
Baca juga : Pembukaan Monas Week Diiringi Atraksi Video Mapping
“Apalagi di saat situasi sedang tidak normal. Sehingga kitab isa melakukan tindakan dadakan strategis dengan cepat,” tutur Andi.
Pandangan serupa juga diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, Laksamana Madya TNI Dadi Hartanto.
Menurutnya, Nota Kesepahaman antara KSP, Lemhanas, dan Wantannas merupakan wujud komitmen dan komunikasi bersama dalam menangani berbagai isu strategis.
“Kami menyambut baik kerja sama ini. Kami berharap ini sebagai langkah awal untuk membangun komitmen dan komunikasi dalam penanganan isu-isu strategis,” kata Dadi.
Baca juga : SKI Apresiasi Parpol Pendukung Anies Teken MoU Koalisi
Sebagai informasi, nota kesepahaman berisikan tujuan, ruang lingkup kerja sama, pembentukan Gugus Tugas yang berisikan unsur Dewan Pengarah, yakni Gubernur Lemhannas, Sekretaris Jenderal Wantannas, dan Kepala Staf Kepresidenan, serta unsur pelaksana yang berisikan unsur perwakilan pejabat dan seluruh jajaran dari tiga lembaga.
Selain itu juga mengatur jangka waktu nota kesepahaman yang direncanakan berlaku hingga Oktober 2024.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.