BREAKING NEWS
 

Mentan Pimpin Langsung Pembuatan Biosaka Di Kalsel

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : FAQIH MUBAROK
Jumat, 11 Agustus 2023 21:00 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tengah didampingi Dirjen Tanaman Pangan Kementan Suwandi kanan saat bimbingan teknis biosaka di Desa Gempa Asahi, Kec. Rantau Badauh, Kab. Barito Kuala, Jumat (11/8). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) memimpin langsung pembuatan Elisitor Biosaka bersama petani, penyuluh, Penjabat Bupati Barito Kuala (Batola), Kepala Dinas Pertanian Provinsi di Kalimantan Selatan, aparat TNI dan Polri.

Demonstrasi pembuatan Biosaka yang disambut meriah petani ini bertujuan menggelorakan pertanian berkelanjutan sehingga petani tidak bergantung lagi pada pupuk kimia.

Apalagi menghadapi ancaman perubahan iklim ekstrim yang menyebabkan kemarau panjang (El Nino).

Baca juga : ABC Edukasi Aturan Produk Dan Pembuatan Pangan Olahan

"Penggunaan Elisitor Biosaka ini menjadi langkah nyata dalam mengantisipasi kenaikan harga pupuk kimia. Dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja karena dihadapkan ancaman global. Pupuk kimia menjadi sulit kita dapatkan sehingga penggunaan Biosaka ini mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia," demikian dikatakan Mentan SYL pada acara panen dan tanam di Desa Gampa Asahi, Kecamatan Rantau Badauh, Barito Kuala, Jumat (11/8).

Mentan SYL menjelaskan, pembuatan elisitor Biosaka ini cukup mudah yakni hanya perlu dibuat dari minimal 5 jenis daun atau rumput yang tumbuh disekitaran sehingga mudah dan gratis didapatkan. Biosaka ini sudah terbukti kegunaannya di berbagai daerah.

Adsense

"Dengan petani biasanya pakai pupuk kimia butuh biaya Rp 6 juta per hektar, dengan Biosaka hanya Rp 2 juta saja. Jadi biaya dan penggunaan pupuk berkurang, namun lahan subur dan hasilnya tetap bagus," jelasnya.

Baca juga : SIM Keliling Tangsel Jumat 11 Agustus, Cek Disini Lokasinya

"Untuk itu, setelah panen ini segera lakukan tanam. Percepat olah tanah menggunakan alsintan. Penggunaan pertanian ramah lingkungan pun dengan adanya Biosaka ini harus kita massifkan karena kita menghadapi kemarau panjang," pinta SYL.

Sementara itu, Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi menegaskan penggunaan elisitor Biosaka memiliki banyak manfaat, tidak hanya untuk saat ini tapi juga pertanian ke depan.

Yakni Biosaka dapat menyuburkan lahan, menyehatkan pertumbuhan tanaman, meminimalisir serangan hama dan penyakit dan menghemat biaya usaha tani karena penggunaan pupuk kimia berkurang hingga 50 persen, bahkan lebih.

Baca juga : Mentan Turun Tangan Bantu Pemulihan Warga Puncak Papua

Dikatakan, Biosaka bukan pupuk dan bukan juga nutrisi, tetapi elisitor yang dapat mengaktifkan gen yang diperlukan tanaman sehingga dapat menghasilkan sel untuk pertumbuhan tanaman yang lebih baik.

"Petani di Barito Kuala harus mulai membiasakan Biosaka ini agar hasil panennya bagus. Tanaman yang disemprotkan biosaka relatif tahan terhadap kekurangan air," kata Suwandi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense