Sebelumnya
Presiden Jokowi di beberapa kegiatan outdoor mulai mengenakan masker lagi. Apakah ini jadi isyarat bahwa masyarakat harus kembali pakai masker? Menkes mengatakan, senang apabila masyarakat melihat dan mencontoh apa dilakukan pemimpinnya. Memang saat polusi sedang tinggi, sebaiknya pakai masker. “Tapi standar maskernya yang bisa menahan partikel 2,5 itu, yang jenis KF 94 atau KN95,” ujarnya.
Apakah polusi udara di negara kita bisa dikendalikan? Menkes bilang yakin bisa. Dia mengatakan, China adalah salah satu contoh negara yang bisa menghandle polusi dengan baik. Beijing, misalnya, bisa menurunkan tingkat polusinya dalam 6-7 tahun. “Itu tercepat di dunia, dan the best in the world,” katanya. Negara-negara lain mungkin butuh 10-20 tahun.
Baca juga : Menkes Siapkan Jurus Melawan Polusi Udara
Beijing saat itu dikejar target karena akan ada penyelenggaraan Beijing Olimpic. Jadi, supaya nggak di-bully negara lain, mereka berupaya keras menurunkan kadar polusi udaranya.
Caranya, dengan memasang lebih dari 1.000 alat monitor kualitas udara yang menjangkau ke mana-mana, dengan harga murah untuk memantau polusi. Dan jika terdeteksi polusi, ada mobile reference monitor diterjunkan ke lokasi untuk menganalisis secara mendalam, sumber polutannya.
Baca juga : Tekan Polusi Udara Di Ibu Kota, Ini Jurus Industri Otomotif
“Dengan cara ini, analisis dan intervensi policy-nya lebih bagus dan berbasis data. Emisi dengan cepat akan diketahui dari mana sumbernya. Apakah dari industri baja, kendaraan bermotor, asap batubara atau pembakaran sampah?” ujar Menkes.
Dia berharap, alat sejenis mobile reference ini bisa ada di wilayah jabodetabek dan utamanya di lima wilayah DKI Jakarta.
Baca juga : 10 Ribu Warga Diduga Meninggal Akibat Polusi
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa 5/9/2023 dengan judul KTT ASEAN & Pencemaran Udara Ibu Kota, Menkes Siapkan Jurus Untuk Handle Penyakit Akibat Polusi
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.