Sebelumnya
Sebelumnya, Kemendag sudah memusnahkan barang-barang ilegal dari pengawasan post border (luar kawasan pabean) di sebuah gudang penyimpanan kawasan Jalan Karang Asem Barat, Citereup, Bogor, Jawa Barat. Adapun total nominal barang-barang itu mencapai Rp 9,3 miliar.
Barang yang dimusnahkan yakni elektronik dari Thailand senilai Rp 266 juta, bubuk cabai dan pasta cabai dari Cina Rp 1,5 miliar, bubuk coklat dari Malaysia Rp 600 juta, saus sambal asal Thailand Rp 242 juta, kecap dari Singapura Rp 700 juta, coklat cair asal Malaysia Rp 447 juta.
Selanjutnya, Kemendag memusnahkan jutaan keping produk keramik impor ilegal asal China senilai Rp 79,8 miliar. Produk keramik ilegal itu ditemukan di pergudangan PT Bintang Timur Surabaya, Jawa Timur.
Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron mengapresiasi inisiatif Mendag membentuk Satgas Impor Ilegal. Dengan adanya satgas, kata dia, menunjukkan saat ini terjadi banyak impor illegal.
Baca juga : Wapres Minta Zakat Dikelola Profesional
Sebab, kata dia, fungsi aparat penegak hukum sudah termasuk penanganan terhadap impor illegal.
“Pembentukan satgas adalah untuk memperkuat dan melakukan tindakan cepat atas kasus-kasus tertentu secara terkoordinasi,” kata Herman kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Terpisah, Ekonom dari Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira berharap Satgas Impor Ilegal segera memetakan modus yang biasa dilakukan sindikat dalam melancarkan aksinya.
“Keberadaan satgas impor diharapkan bisa berantas impor jalur ilegal hingga impor jalur pelabuhan utama, tapi melakukan pemalsuan dokumen,” sebut Bhima kepada Rakyat Merdeka, Selasa (16/7/2024).
Baca juga : DPR: Tak Efektif, Sistem Zonasi PPDB Bisa Diganti
Setelah itu, satgas bisa langsung berkoodinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti temuan praktik impor ilegal. “Harapannya satgas bisa lebih cepat melakukan penindakan hingga memberikan rekomendasi pencabutan usaha bagi importir nakal,” pinta Bhima.
Mengetahui sikap tegas Pemerintah memerangi impor ilegal, warga dunia maya ramai-ramai mendukung. Mereka berharap para pelakunya dihukum berat, agar industri dalam negeri bisa berkembang.
“Zulhas menjelaskan bahwa alasan pembentukan satgas adalah setelah pihaknya menemukan barang yang tidak terdata atau ilegal membanjiri pasar Indonesia. Mendag Zulkifli Hasan Bahas Pembentukan Satgas Impor Ilegal Dengan Kejagung,” ujar @dyahNeZza.
“Ayo para pengusaha lawan itu barang-barang ilegal, ciptaan dunia usaha yang kondusif,” harap @is_pelssy.
Baca juga : PKB Tak Lupakan Nahdliyin
“Sejak beberapa pabrik tekstil di Indonesia sudah pada kolaps, yuk beli produk lokal saja guys,” timpal @hanseolaaa. BYU/UMM
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 17 Juli 2024 dengan judul Bongkar Impor Ilegal, Zulhas Gandeng Jaksa Agung Dan Kapolri
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.