Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Saat Ini Masih Ada 450 Area
2027, Jakarta Dipatok Bebas Wilayah Kumuh
Rabu, 17 Juli 2024 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mematok Jakarta bebas wilayah kumuh pada 2027. Mereka menyarankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengembangkan hunian vertikal untuk mengatasi masalah tersebut.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), masih ada 450 Rukun Warga (RW) kumuh atau 16,39 persen dari total 2.744 RW di Jakarta pada 2023.
“Saya berharap seiring dengan DKI menjadi DKJ (Daerah Khusus Jakarta), Pemerintah Provinsi bekerja keras menuntaskan penataan RW kumuh dalam tiga tahun mendatang 2027),” kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin di Gedung DPRD DKI Jakarta, kemarin.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta ini meminta, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) DKI Jakarta bersama BPS DKI Jakarta segera kebut penataan permukiman.
“Sebetulnya tinggal pendataan yang benar, lalu dilakukan tahapan penataan,” ujarnya.
Baca juga : The Gunners Pede Abis
Khoirudin mengaku prihatin dengan masih banyaknya RW kumuh yang berdekatan dengan gedung-gedung mewah. Seperti di kolong tol sekitar Tanah Tinggi dan Johar Baru, Jakarta Pusat.
“Kita malu melihat itu, karena kontras sekali,” ucap dia.
Menurut dia, salah satu upaya yang bisa dilakukan Pemprov DKI, yakni membangun hunian vertikal atau rumah susun (Rusun), khusus masyarakat menengah ke bawah, untuk menghilangkan pemukiman kumuh.
Pemprov DKI Jakarta mengklaim telah mengurangi 220 RW kumuh pada 2023, melalui program Rencana Aksi Komunitas (Community Action Plan/CAP) dan program Implementasi Kebersamaan masyarakat Dalam Menata Lingkungan (Collaborative Implementation Program/CIP).
Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda DKI Jakarta Afan Adriansyah Idris mengungkap, sejak 2018 hingga 2023 luasan RW kumuh mengalami pengurangan.
Baca juga : Revisi UU TNI, DPR Tolak Ide Prajurit Boleh Berbisnis
“Dari 16,45 persen turun menjadi 9,22 persen,” kata Affan.
Bahkan, kata dia, capaian penataan permukiman kumuh melebihi target. Yakni, dari target 200 RW, terealisasi 220 RW. Namun diakui dia, sukses atau tidaknya suatu program akan ditentukan melalui hasil evaluasi Badan Pusat Statistik (BPS).
Diungkap Affan, pada akhir 2022, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta melakukan uji petik terhadap program CIP di Jakarta Timur. Dari 21 RW yang diambil sampel, 4 RW tak mengalami perubahan. Namun 17 RW lainnya mengalami perubahan status kekumuhan usai program CIP diterapkan.
Dalam Rencana Kerja 2024, Dinas PRKP DKI Jakarta menyebut salah satu program unggulan, yakni Peningkatan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) berkriteria sangat baik.
“Jumlah kawasan/fasilitas permukiman yang ditata memiliki realisasi sebesar 146 persen,” tulis Rencana Kerja 2024 Dinas PRKP DKI Jakarta.
Baca juga : Ironis, Masyarakat Cuek Sama Korupsi
Realisasinya, dari target 54 RW, terealisasi 79 RW kumuh yang berhasil ditata. Puluhan RW kumuh tersebut tersebar di lima wilayah Kota Administrasi dan satu Kabupaten. Rinciannya, Jakarta Pusat sebanyak 23 RW, Jakarta Utara sebanyak 4 RW, Jakarta Barat sebanyak 22 RW, Jakarta Selatan sebanyak 14 RW, Jakarta Timur sebanyak 10 RW dan Kepulauan Seribu sebanyak 6 RW.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 17 Juli 2024 dengan judul Saat Ini Masih Ada 450 Area, 2027, Jakarta Dipatok Bebas Wilayah Kumuh
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya