BREAKING NEWS
 

Diresmikan Jokowi

KIT Batang Bakal Jadi Kawasan Yang Modern

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : ACHMAD ALI FUTHUHIN
Sabtu, 27 Juli 2024 07:30 WIB
Presiden Joko Widodo meresmikan operasional Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat, 26 Juli 2024. Foto: BPMI Setpres/Vico

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi meminta Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang di Jawa Tengah menjadi kawasan industri yang modern dan menarik minat investor.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat meresmikan beroperasinya Kawasan Industri Terpadu Batang. Menurutnya, kawasan ini akan menjadi ka­wasan industri modern yang membuka banyak lapangan pekerjaan.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim pada sore hari ini saya resmikan operasional Kawasan Industri Terpadu Batang di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah,” kata Jokowi saat meresmikan KIT Batang yang disiarkan vir­tual, Jumat (26/7/2024).

Kawasan ini sudah memiliki fasilitas yang mencukupi untuk industri. Di sana dapat menam­pung banyak perusahaan atau pabrik, serta membuka lapangan kerja.

Kawasan Industri Terpadu Batang dibangun di lahan seluas 400 hektare pada tahap pertama dan direncanakan mencapai luas total 4.300 hektare yang nanti­nya akan menampung industri dan pabrik.

Baca juga : Pileg Dan Pilpres Dipisah Makin Banyak Yang Dukung

Kawasan Industri Terpadu Batang juga diproyeksikan dapat menyerap hingga 250 ribu pe­kerja. Saat ini, sudah menyerap sekitar 19 ribu pekerja.

Jokowi bercerita, kawasan in­dustri ini dibangun karena pada tahun 2019 terjadi geopolitik antarnegara, yaitu perang da­gang Amerika Serikat (AS) dan China yang kian memanas.

Pada saat itu, dia meman­dang ada kesempatan besar dari kondisi banyaknya perusa­haan yang berbondong-bondong untuk merelokasi industri dan pabriknya ke negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, inflasi rendah, serta memiliki stabilitas dan politik yang bagus.

Adsense

“Kalau kita tidak melakukan keputusan yang cepat dan melak­sanakan keputusan ini dengan cepat, peluang itu pasti akan hilang,” ingat Jokowi.

Kepala Negara pun bersyu­kur kini Indonesia menempati peringkat ke-27 dalam World Competitiveness Index. Capaian itu didapat karena performa eko­nomi yang baik, serta efisiensi untuk banyak pelaku usaha di Indonesia.

Baca juga : DPP Gerindra Cuekin Suara 20 Pengurus Anak Cabang

Kawasan industri yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut berpotensi akan mendongkrak perekonomian di Jawa Tengah.

KIT Batang atau Grand Batang Ciy ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Danareksa (Persero).

Direktur Utama KITB Ngurah Wirawan menyatakan, akan ada 18 tenant yang telah menyerap lahan untuk pembangunan pabrik dan didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA).

Investasi pembangunan Ka­wasan Industri Terpadu Batang ini mencapai Rp 14,8 triliun.

“Kami berkomitmen terus mengembangkan kawasan ini menjadi industri terdepan yang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga menjadi kawasan industri yang modern,” kata Ngurah.

Baca juga : Ada Yang Datang Dari Luar Jawa, 60 Anak Cuci Darah Di RSCM

Dia juga berusaha menghadir­kan konsep kawasan yang punya beragam fasilitas dan layanan lengkap dan ramah lingkungan.

Ada 4 fase pengembangan kawasan dengan luas 4.300 ini, dengan lahan fase I seluas 450 hektare terjual dan sedang dalam tahap pengembangan fase II se­luas 650 hektare yang sebagian sudah dipesan oleh investor asing dan investor lokal.

Saat ini, PMA yang telah diserap KIT Batang selain mem­buka lapangan kerja sebanyak 19 ribu tenaga kerja lokal juga ke depannya berpotensi menyerap hingga 200 ribu pekerja jika su­dah terbangun semuanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense