RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi meminta Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang di Jawa Tengah menjadi kawasan industri yang modern dan menarik minat investor.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat meresmikan beroperasinya Kawasan Industri Terpadu Batang. Menurutnya, kawasan ini akan menjadi kawasan industri modern yang membuka banyak lapangan pekerjaan.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim pada sore hari ini saya resmikan operasional Kawasan Industri Terpadu Batang di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah,” kata Jokowi saat meresmikan KIT Batang yang disiarkan virtual, Jumat (26/7/2024).
Kawasan ini sudah memiliki fasilitas yang mencukupi untuk industri. Di sana dapat menampung banyak perusahaan atau pabrik, serta membuka lapangan kerja.
Kawasan Industri Terpadu Batang dibangun di lahan seluas 400 hektare pada tahap pertama dan direncanakan mencapai luas total 4.300 hektare yang nantinya akan menampung industri dan pabrik.
Baca juga : Pileg Dan Pilpres Dipisah Makin Banyak Yang Dukung
Kawasan Industri Terpadu Batang juga diproyeksikan dapat menyerap hingga 250 ribu pekerja. Saat ini, sudah menyerap sekitar 19 ribu pekerja.
Jokowi bercerita, kawasan industri ini dibangun karena pada tahun 2019 terjadi geopolitik antarnegara, yaitu perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China yang kian memanas.
Pada saat itu, dia memandang ada kesempatan besar dari kondisi banyaknya perusahaan yang berbondong-bondong untuk merelokasi industri dan pabriknya ke negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, inflasi rendah, serta memiliki stabilitas dan politik yang bagus.
“Kalau kita tidak melakukan keputusan yang cepat dan melaksanakan keputusan ini dengan cepat, peluang itu pasti akan hilang,” ingat Jokowi.
Kepala Negara pun bersyukur kini Indonesia menempati peringkat ke-27 dalam World Competitiveness Index. Capaian itu didapat karena performa ekonomi yang baik, serta efisiensi untuk banyak pelaku usaha di Indonesia.
Baca juga : DPP Gerindra Cuekin Suara 20 Pengurus Anak Cabang
Kawasan industri yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut berpotensi akan mendongkrak perekonomian di Jawa Tengah.
KIT Batang atau Grand Batang Ciy ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Danareksa (Persero).
Direktur Utama KITB Ngurah Wirawan menyatakan, akan ada 18 tenant yang telah menyerap lahan untuk pembangunan pabrik dan didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA).
Investasi pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang ini mencapai Rp 14,8 triliun.
“Kami berkomitmen terus mengembangkan kawasan ini menjadi industri terdepan yang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga menjadi kawasan industri yang modern,” kata Ngurah.
Baca juga : Ada Yang Datang Dari Luar Jawa, 60 Anak Cuci Darah Di RSCM
Dia juga berusaha menghadirkan konsep kawasan yang punya beragam fasilitas dan layanan lengkap dan ramah lingkungan.
Ada 4 fase pengembangan kawasan dengan luas 4.300 ini, dengan lahan fase I seluas 450 hektare terjual dan sedang dalam tahap pengembangan fase II seluas 650 hektare yang sebagian sudah dipesan oleh investor asing dan investor lokal.
Saat ini, PMA yang telah diserap KIT Batang selain membuka lapangan kerja sebanyak 19 ribu tenaga kerja lokal juga ke depannya berpotensi menyerap hingga 200 ribu pekerja jika sudah terbangun semuanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.