Sebelumnya
ProKlim, menjadi bagian tidak terpisahkan dari aksi iklim nasional yang sudah tercantum dalam dokumen iklim Nationally Determined Contribution (NDC) milik Indonesia.
Sejak diluncurkan 13 tahun lalu, tepatnya pada Oktober 2011, ProKlim sudah mencapai 10.113 lokasi. Jumlah itu meningkat drastis dari sekitar 4.000 lokasi pada 2015. Sementara tahun ini, ditargetkan 20 ribu lokasi bisa dicapai.
Untuk mencapai target tersebut, Siti meminta konsolidasi dari semua jajaran KLHK untuk melihat potensi menambahkan komunitas dan lokasi dari program-program terkait adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di bawah masing-masing Direktorat Jenderal.
Dia memberikan contoh potensi penambahan komunitas dan lokasi seperti Sekolah Adiwiyata, Perhutanan Sosial, Kemitraan Konservasi, Masyarakat Peduli Gambut dan Masyarakat Peduli Api.
Baca juga : Airlangga Jamin, Tak Ada Munaslub Golkar
“Total kira-kira bisa 42 ribu, bukan lagi 20 ribu. Tapi mari kita konsolidasikan, mari kita bekerja keras untuk itu,” tegasnya.
Siti mengingatkan, perubahan iklim di Indonesia telah memberi dampak pada sektor prioritas, yaitu pangan, air, kesehatan, energi dan juga ekosistem.
Dampak pada sektor-sektor prioritas tersebut, meliputi menurunnya produktivitas pangan, berkurangnya pasokan air, meningkatnya vektor dan penurunan penyakit sensitif iklim. “Seperti demam berdarah, diare dan ISPA,” papar Siti.
Dampak lain, terganggunya supply energi, rusaknya ekosistem darat dan laut, serta tingginya bencana hidrometeorologis, seperti banjir, longsor, angin kencang dan kebakaran hutan
Baca juga : Daya Beli Mulai Turun, Pilih Harga Terjangkau
“Kita mengetahui kondisi itu nyata kerugian. Kerusakan yang terjadi pada bidang prioritas memberikan pengaruh pada sulitnya pemenuhan kebutuhan dasar manusia,” ungkapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Siti meminta semua pihak terlibat meminimalisasi dampak perubahan iklim, serta memberikan kontribusi untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebagai penyebab terjadinya perubahan iklim.
“Kita bergandengan tangan dan bekerja sama dengan negara-negara sahabat untuk bersama-sama menghadapi dampak dan ancaman perubahan iklim yang makin nyata,” ajaknya.
Siti berharap, festival ini dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan dan pencapaian target iklim yang lebih ambisius.
Baca juga : Rena Da Frina Makin Melejit
“Dengan semangat gotong royong, kita bisa mewujudkan Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan,” kata Siti, disambut tepuk tangan meriah. JAR/BCG
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu, 10 Agustus 2024 dengan judul Paparkan Capaian Kerja 10 Tahun Di Festival LIKE 2, Menteri LHK Ingatkan Keberlanjutan Lingkungan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.