BREAKING NEWS
 

Yasonna Sudah Siap Diberhentikan

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Minggu, 18 Agustus 2024 08:36 WIB
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly. (Foto; Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wacana reshuffle kabinet kembali mencuat. Rumornya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna Laoly yang akan diganti. Yasonna pun mengaku sudah sangat siap apabila diberhentikan dari jabatannya. 

Sebenarnya, isu reshuffle sudah berhembus sejak Juli lalu. Namun, pihak Istana langsung membantahnya dengan tegas dan jelas. Sehingga, isu reshuffle padam dengan sendirinya. Akan tetapi, awal pekan ini, isu reshuffle berhembus lagi. Kali ini, isunya lebih kencang. Bahkan, sudah spesifik menyebut menteri-menteri yang terancam bakal direshuffle. 

"Ya, kalau diperlukan," kata Presiden Jokowi saat ditanya soal isu reshuffle, di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, Selasa (13/8/2024) lalu. 

Jokowi memastikan posisinya sebagai Presiden masih berlaku sampai 20 Oktober 2024. "Saya kan sudah ngomong dari dulu, kalau diperlukan. Saya masih punya hak prerogatif itu," tegas Presiden. 

Baca juga : DPRD Khawatir Laut Di Jakarta Tercemar

Setelah ditunggu selama tujuh hari, reshuffle urung terlaksana. Muncul pemberitaan, reshuffle akan terjadi Minggu depan. Tepatnya besok, Senin (19/8/2024), atau sepulangnya Jokowi dari IKN usai merayakan HUT RI ke-79. Sosok yang terancam direshuffle adalah Menkum HAM Yasonna Laoly. 

Kabar ini pun sempat diutarakan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi. Sekalipun tidak spesifik merinci kapan dan siapa yang akan direshuffle, tapi Budi menyiratkan pesan bahwa akan ada perombakan Kabinet Indonesia Maju (KIM).

Adsense

"Minggu ini tidak ada reshuffle, nggak tahu Minggu depan," ucap Budi Arie, di Gedung DPR/DPD/MPR, Senayan Jakarta, Jumat (16/8/2024).

Menanggapi wacana ini, Yasonna buka suara. Politisi PDIP itu menegaskan sudah siap apabila masuk dalam daftar kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin yang dirombak.

Baca juga : Sampaikan Pidato RAPBN 2025, Jokowi Anggarkan Program Prabowo

“Isu reshuffle adalah kewenangan sepenuhnya Presiden Indonesia. Am I ready or not? I am more than ready (apa aku siap atau tidak? Aku sudah sangat siap),” ucap Yasonna, dalam acara Peluncuran Desain Baru Paspor Republik Indonesia di Jakarta Pusat, Sabtu (17/8/2024).

Ketika awak media bertanya apakah dirinya benar akan diganti atau tidak, ia meminta untuk menunggu. "Kita tunggu besok lusa (Senin, 19 Agustus 2024),” tambah dia.

Terpisah, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin juga merespons rumor penyegaran pos pembantunya di pemerintahan. Menurut Ma'ruf, perkara reshuffle adalah kewenangan Presiden. "Tunggu saja, itu hak prerogatif Presiden," ujar Wapres di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8/2024).

Di sisi lain, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pereira optimis Yasonna tidak akan diganti. Sebab, pemerintahan Jokowi-Ma'ruf hanya menyisakan dua bulan lagi. "Tinggal kurang dua bulan pemerintahan, untuk apa harus reshuffle lagi," cetus Andreas, kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (17/8/2024). 

Baca juga : Jadikan IKN Pusat Kekuatan & Inspirasi

Lagipula, dia menyebut Yasonna selama ini telah bekerja maksimal. Bahkan, sudah periode kedua di kabinet dengan catatan rekam jejak yang baik. "Tetapi ini terserah Presiden, itu hak prerogatif Presiden. Mungkin Presiden masih punya agenda-agenda tertentu sehingga reshuffle di penghujung massa pemerintahan menjadi urgent," pungkas dia. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense