BREAKING NEWS
 

Kemenperin: IKI Agustus Stagnan, Industri Tekstil Dan Kertas Masih Kontraksi

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 29 Agustus 2024 14:38 WIB
Pengumuman rilis IKI. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2024 mencapai 52,40. Angka ini stagnan dibanding IKI bulan sebelumnya.

“IKI pada Agustus 2024 mencapai 52,40, tidak ada perbedaan dengan nilai IKI Juli 2024. Namun melambat 0,82 poin dibandingkan dengan nilai IKI Agustus tahun lalu yang sebesar 53,22,” ujar Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif saat merilis hasil IKI Agustus 2024 di Sentul, Jawa Barat, Kamis (29/8/2024).

Hadir juga pada kesempatan itu Kepala Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Mohammad Ari Kurnia Taufik, Sesditjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kris Sasono Ngudi Wibowo, Kepala Pusat Humas Ronggolawe Sahuri dan Sesditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Sopar Halomoan Sirait.

Menurut Febri, dari 23 subsektor industri pengolahan, terdapat 20 subsektor mengalami ekspansi dan 3 subsektor kontraksi. 20 subsektor ekspansi memiliki kontribusi sebesar 94,6 persen terhadap PDB Industri Pengolahan Nonmigas Triwulan II-2024.

Baca juga : Gaet Le Minerale, MUI Jakarta Salurkan Air Galon Buat Korban Kebakaran Manggarai

Sementara, 3 subsektor yang kontraksi adalah industri tektil, industri kertas dan industri pengolahan lainnya. “Industri tekstil dan kertas kontraksi karena digempur produk impor. Pemerndag 8 jadi salah penyebabnya karena mudahkan impor,” katanya.

Menurut dia, terdapat percepatan ekspansi nilai IKI variabel pesanan baru sebesar 1,74 poin dari 52,92 pada Juli 2024 menjadi 54,66 pada Agustus 2024. Nilai IKI variabel persediaan produk juga mengalami peningkatan sebesar 0,01 poin menjadi 55,54. Sebaliknya, nilai IKI variabel produksi mengalami pendalaman kontraksi sebesar 2,90 poin menjadi 46.54.

Adsense

Febri menambahkan, secara umum, kegiatan usaha industri pengolahan di Agustus 2024 meningkat 4,1 persen menjadi 34,8 persen. Persentase responden yang menjawab kondisi usahanya meningkat dan stabil, meningkat dari 76,6 persen menjadi 79.1 persen. Persentase tersebut merupakan angka tertinggi sejak IKI dirilis.

“Persentase pelaku usaha yang menyatakan kondisi usahanya menurun melanjutkan penurunan selama 5 bulan terakhir menjadi 20,9 persen pada Agustus 2024,” ujarnya.

Baca juga : Ketemu Presiden Di Istana, Ketum PBNU Bicara Tambang Dan Investasi Di IKN

Lalu bagaimana optimisme industri enam bulan ke depan? Febri mengatakan, pada Agustus 2024, optimisme pelaku usaha terhadap kondisi usahanya 6 bulan ke depan kembali turun dibandingkan dengan Juli 2024, yaitu sebesar 71,6 persen.

“Penurunan optimisme ini melanjutkan penurunan dari angka optimisme tertinggi pada Juni 2024,” ujarnya.

Sementara, sebanyak 22,5 persen pelaku usaha menyatakan kondisi usahanya stabil selama 6 bulan mendatang. Angka ini meningkat 0,4 persen dibandingkan dengan persentase bulan sebelumnya.

“Persentase pesimisme pandangan pelaku usaha terhadap kondisi usaha 6 bulan ke depan sebesar 5,9 persen, turun tipis dari 6,0 persen pada Juli 2024,” ujarnya.

Baca juga : Kemendag dan Kemenperin Sinergi Perkuat Industri Nasional

Febri berharap, gelaran Pilkada akan meningkatkan IKI lagi. Karena itu, dia mendorong KPU dan peserta Pilkada memilih menggunakan produk lokal. “Jangan sampai justru dinikmati produk impor,” jelasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense