RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, Rumah Sakit (RS) Kemenkes Surabaya, Jawa Timur adalah rumah sakit keenam yang diresmikan Presiden Jokowi dalam dua minggu terakhir.
Dua rumah sakit di Makassar, Sulawesi Selatan juga akan menyusul untuk diresmikan pada hari ini. Sehingga, totalnya ada delapan.
“Sampai akhir masa jabatan Bapak Presiden (berakhir 20 Oktober 2024, Red), Insya Allah ada 10. Yang paling telat itu IKN sama Solo Pak. Mudah-mudahan bisa selesai. Dalam waktu 10 tahun, kita bangun 10 dengan size seperti ini,” papar Menkes dalam acara peresmian RS Kemenkes Surabaya, Jumat (6/9/2024).
Baca juga : Menkumham: Jadilah Pemimpin Masa Kini yang Kolaboratif dan Responsif
Menkes menambahkan, total ada 15 rumah sakit yang akan dibangun. Lima sisanya, segera menyusul.
RS Kemenkes Surabaya didesain untuk menjadi superhub untuk Bali, NTT, dan NTB Di Bali, sudah dibangun rumah sakit besar, begitu juga di NTT.
Rumah sakit tersebut akan melayani penyakit-penyakit sampai level tertentu di provinsinya masing-masing. Jika membutuhkan layanan super modern, tidak perlu dirujuk ke Jakarta.
Baca juga : Lantik 3 Wamen Baru, Jokowi Tambah Kekuatan di Akhir Masa Jabatan
"Kita akan bangun rumah sakit ini setara RSCM, Harapan Kita, dan Kanker Dharmais di Surabaya. Jadi, seluruh pasien dari Bali, NTB, dan NTT, yang susah-susah ditarik ke sini,” beber Menkes.
Praktek Khusus
Dokter-dokter terbaik yang dimiliki Kemenkes juga akan dikerahkan. Sebut saja Dr. dr. Luthfi Gatam, Sp.OT (K) Spine yang ahli ortopedi tulang belakang, atau Wamenkes Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD., Ph.D yang ahli penyakit dalam.
“Itu nanti kita akan suruh praktik di sini dalam waktu-waktu tertentu, sehingga bisa benar-benar meningkatkan kualitas rumah sakit di Surabaya ini, juga di Makassar,” ujar Menkes.
Baca juga : Jemaah Haji Wajib Jaga Diri, Jangan Langgar Larangan Ihram
RS Kemenkes Surabaya dibangun di atas rumah sakit khusus kulit dan kelamin, yang didirikan pada tahun 1951. Rumah sakit ini sempat mangkrak.
“Kemenkes juga punya banyak aset yang mangkrak, kemudian pada saat Covid dipakai. Nah saya baru tahu itu pada saat Covid. Ternyata, di luarnya dipakai untuk menampung orang yang sakit. Padahal, ada di tengah kota, enam hektar lebih. Sehingga saya bilang, yuk kita bangun, karena Kementerian Kesehatan tidak memiliki rumah sakit di Surabaya," ujar Menkes.
"Bapak Presiden, terima kasih atas dukungannya. Mudah-mudahan, ini bisa malayani masyarakat kita. Terutama yang di Indonesia Timur. Sehingga nggak usah ke Jakarta, nggak usah ke Singapura, bisa dilayani di sini," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.