BREAKING NEWS
 

Menperin: Kinerja Manufaktur Tak Selalu Bergantung Pasar Global, Tapi Kebijakan

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 18 September 2024 21:13 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Aditya Nugroho/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, kinerja industri manufaktur nasional tidak sepenuhnya bergantung pada dinamika pasar global, melainkan juga dipengaruhi oleh kebijakan dalam negeri.

"Pasar global memang penting bagi pertumbuhan industri nasional, tetapi kinerja industri manufaktur kita tidak selalu terkait langsung dengan pasar global. Misalnya, ekspor meningkat, tetapi Purchasing Manager's Index (PMI) justru turun," ujar Menperin saat ditemui usai peresmian gedung SMK-SMAK Bogor, di Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/9/2024).

Baca juga : Kemenperin Dorong Industri Furnitur Lokal Masuk Pasar Global

Pernyataan tersebut merespons perbedaan antara surplus neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2024 dan kontraksi PMI manufaktur pada periode yang sama.

Adsense

Menurutnya, perlu peningkatan kolaborasi dari berbagai pihak untuk menciptakan ruang pertumbuhan bagi industri nasional, seperti pemberian insentif dan pembatasan produk impor murah yang dapat melemahkan daya saing industri domestik.

Baca juga : Menpora Dito: Penyelenggaraan PON XXI Sumut Tak Kalah dari Olimpiade

"Kita melihat tantangan utama yang dihadapi industri manufaktur adalah impor, baik impor ilegal maupun impor legal akibat regulasi yang tidak mendukung industri. Produk-produk impor murah membuat industri kita sulit bersaing," jelasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai ekspor nonmigas pada Agustus 2024 mencapai 16,22 miliar dolar AS, naik 9,26 persen dibandingkan Juli 2024 yang sebesar 14,85 miliar dolar AS. Jika dibandingkan dengan Agustus 2023, nilai ekspor nonmigas mengalami peningkatan sebesar 6,34 persen.

Baca juga : Infrastruktur Tangguh Berperan Penting Pada Sektor Manajemen Kebencanaan  

Namun, pada periode yang sama, S&P Global Market Intelligence melaporkan bahwa PMI manufaktur Indonesia mengalami kontraksi, turun 0,4 poin menjadi 48,9 poin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense