BREAKING NEWS
 

Menkominfo: Informasi Dini Bencana Siap Disebarkan Lewat Jaringan TV Digital

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 25 September 2024 06:30 WIB
Menkominfo Budi Arie Setiadi (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) siap memanfaatkan jaringan TV digital di Indonesia, untuk menyebarkan informasi kebencanaan dengan Early Warning System (EWS) atau Sistem Peringatan Dini.

Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi mengatakan, sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) kebencanaan yang memanfaatkan jangkauan layanan TV digital, dapat menjangkau sekitar 76 persen populasi di Indonesia.

Sistem tersebut memberikan informasi langsung dari otoritas deteksi dini kebencanaan, dan ditayangkan pada layar TV digital dengan menginterupsi siaran yang ditonton masyarakat.

"Penyebaran peringatan dini bencana dengan EWS dapat menjangkau sekitar 76 persen masyarakat Indonesia, pada saat yang sama,” kata Budi Arie, saat peresmian Disaster Prevention Information System (DPIS) dan Early Warning System (EWS) TV Digital di Bali, Senin (23/9/2024).

Baca juga : Imigrasi Sosialisasikan Golden Visa Di Malang

Indonesia dengan wilayah yang mencapai luas 5.180.053 km2 mencakup daratan dan lautan dengan 17.508 pulau besar dan kecil, memiliki tantangan besar terkait penanggulangan bencana. Mengingat letaknya yang berada dalam lempeng ring of fire. Terlebih, akhir-akhir ini juga ada isu megathrust seperti yang telah dianalisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"EWS sangat dibutuhkan publik karena masyarakat Indonesia tinggal di daerah ring of fire. Dengan teknologi Jepang yang warganya hidup dengan bencana, sistem ini sangat terpercaya untuk mengantisipasi dampak bencana,” jelas Budi Arie.

Pemerintah telah bekerja sama dengan Pemerintah Jepang yang diwakili Badan Kerja Sama Internasional (JICA), dan mendapatkan bantuan/ hibah Disaster Prevention Information System (DPIS) senilai 1,49 miliar yen Jepang atau setara Rp 157,6 miliar.

Adsense

Kerja sama dengan Pemerintah Jepang ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman Menteri Luar Jepang dengan Menteri Luar Negeri RI.

Baca juga : Wamenhan Siap Awasi Penggunaan Anggaran

Sistem EWS TV Digital dan DPIS telah diselesaikan dan sudah beberapa kali diujicobakan bersama penyelenggara MUX TV dan Kementerian /Lembaga /Pemerintah Daerah terkait.

Informasi mengenai Sistem EWS ini juga telah disosialisasikan melalui tayangan televisi, pada tanggal  21-31 Agustus 2024 atas kerja sama Kemkominfo bersama seluruh penyelenggara MUX TV Digital.

Kementerian Kominfo juga mengapresiasi seluruh direksi dan tim teknis penyelenggara multipleksing televisi (TVRI, MNC Group, SCM Group, Viva Group, Trans Corp, Metro TV, RTV, dan Nusantara TV). Termasuk, asosiasi/vendor perangkat TV dan STB dalam kontribusi penyediaan  sistem EWS TV. Mulai dari persiapan, pembahasan teknis, simulasi, sampai pelaksanaan uji coba di beberapa lokasi.

Melalui kerja keras dan sinergi baik dari semua pihak yang terlibat, sistem DPIS dan Sistem EWS TV Digital ini dapat diselesaikan dengan lancar setelah melewati serangkaian proses administrasi, proses regulasi, pelaksanaan simulasi atau uji coba dan kegiatan pelatihan.

Baca juga : Prabowo: 500 Komcad Darat Di Kalimantan Siap Bantu Jaga IKN

Kementerian Kominfo juga mengapresiasi seluruh Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah penyedia informasi bencana yang telah bekerja sama melalui sistem informasi kebencanaan Kominfo, yaitu BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.

Rencananya, Kementerian Kominfo juga akan melakukan kerja sama dengan Kementerian/ Lembaga penyedia informasi bencana yang lain.

“Terima kasih atas perhatian dan kerja sama semua pihak. Semoga, sistem peringatan dini melalui TV digital dapat memberikan manfaat besar dalam menyebarluaskan informasi bencana,” tutur Budi Arie.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense