BREAKING NEWS
 

Ekonomi Cepat Rebound, Menko Airlangga Ungkap Terobosan Indonesia Saat Pandemi

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Minggu, 6 Oktober 2024 11:34 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: RM.ID/Khairizal Anwar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengungkapkan sejumlah terobosan yang dilakukan pemerintah sehingga ekonomi Indonesia tetap tumbuh selama pandemi Covid-19. Airlangga menjelaskan, kesuksesan ini tak lepas dari kerja sama yang solid antara kementerian, lembaga, serta sektor ekonomi, termasuk Bank Indonesia.

Airlangga menyebutkan, salah satu kunci keberhasilan menangani pandemi adalah kebijakan cepat yang diambil melalui penerbitan Perppu No. 1 Tahun 2020 Tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Corona yang kemudian disahkan menjadi Undang-Undang No. 2 Tahun 2020.

"Undang-undang ini memungkinkan APBN kita berfungsi sebagai penyangga di tengah ketidakpastian global," kata Airlangga dalam wawancara khusus dengan Rakyat Merdeka, di kantornya, Jakarta, Rabu (3/10/2024). 

Baca juga : 29 Tahun PLN IP Melistriki Tanah Air Dengan Berbagai Terobosan dan Inovasi

Dengan kebijakan tersebut, pemerintah dapat memberikan ruang untuk penyesuaian defisit anggaran dan rasio utang guna merespons krisis. Tak hanya itu, pemerintah mengalokasikan Rp 600 triliun setiap tahun sebagai bantalan untuk pemulihan ekonomi dan penanganan pandemi. Berbagai bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), subsidi upah, bantuan pangan, serta dukungan kepada pedagang kaki lima dan nelayan, juga disalurkan guna menjaga daya beli masyarakat.

Adsense

Airlangga juga menjelaskan langkah-langkah reformasi struktural yang dilakukan melalui Omnibus Law Cipta Kerja serta Omnibus Law sektor keuangan. Reformasi ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat sektor riil, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian.

Selain itu, pemerintah mengambil langkah serius dalam mengendalikan inflasi, khususnya volatile food (pangan yang harganya berfluktuasi). “Kita memantau harga setiap minggu, dan jika ada daerah yang mengalami lonjakan, subsidi transportasi diberikan untuk menekan harga,” jelasnya.

Baca juga : Pondasi Ekonomi Kuat, Airlangga: Indonesia Siap Hadapi Masa Depan

Berkat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor produksi pangan, Indonesia mampu menjaga inflasi, bahkan lebih rendah dibandingkan negara-negara maju.

Berkat berbagai kebijakan ekonomi Indonesia yang terdampak pandemi cepat rebound dan tumbuh di kisaran 5 persen. 

Airlangga mengungkapkan, dalam sepuluh tahun tahun terakhir, Indonesia mencatat sejumlah capaian ekonomi yang signifikan. Pertumbuhan ekonomi naik dari Rp 10 ribu triliun pada 2014 menjadi Rp 20 ribu triliun pada 2024, sementara cadangan devisa melonjak dari 100 miliar dolar AS menjadi 150 miliar dolar AS. Tingkat inflasi turun drastis dari 8 persen menjadi 2,1 persen, dan suku bunga kredit menurun hingga ke angka satu digit.

Baca juga : Menko Airlangga Ingin Kadin Genjot Investasi

Airlangga menekankan, kebijakan-kebijakan tersebut berhasil memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. Tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan hingga di bawah 5 persen, dengan jumlah tenaga kerja mencapai 143 juta orang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense