BREAKING NEWS
 

Waspada Penipuan Lowongan Kerja

Kemenaker Imbau Pelamar Cek Legalitas Perusahaan

Reporter : OSPI DARMA
Editor : ABDUL SHOMAD
Senin, 14 Oktober 2024 07:25 WIB
Sekjen Kemenaker, Anwar Sanusi. (Foto: Dok. Kemenaker)

 Sebelumnya 
“Pemerintah perlu lebih aktif memberi pelatihan vokasi bagi generasi muda, agar mereka bisa menjadi kelas menengah yang produktif. Setelah dilatih, Pemerintah juga harus dapat menjamin lapangan kerja yang diciptakan adalah pekerjaan yang berkualitas dan berkelan­jutan,” pintanya.

Selain itu, tambah Wasisto, Pemerintah perlu melakukan pendekatan-pendekatan produktif, agar pihak swasta mau membuka lapangan kerja untuk angkatan kerja yang kian tahun bertambah. Menurut dia, kemi­traan dengan swasta menjadi salah satu kunci pembukaan lapangan kerja baru.

“Pemerintah perlu untuk men­stimulus dan memfasilitasi sek­tor swasta, agar bisa konsisten tumbuh,” tandasnya.

Baca juga : Pedagang Girang, Semoga Pengunjung Betah Belanja

Diketahui, Indonesia akan menghadapi bonus demografi, dimana jumlah penduduk usia mekerja mencapai 140 juta pada 2023. Jumlah ini meningkat sekitar 8,8 juta orang atau sekitar 6,71 persen dari tahun 2021.

Di media sosial X, netizen prihatin dengan banyaknya penipuan bermodus lowon­gan kerja. Akun @lemonscy18 mengaku pernah menjadi korban penipuan lowongan kerja. Meski tak memberikan uang kepada pelaku, dia sempat memberi seluruh data pribadinya.

“Aku pernah ketipu lowongan kerja. Sudah terlanjur isi data pribadi, termasuk nomor KTP, email, alamat, nama ibu, nomor rekening, dan lainnya. Sumpah bodoh banget, aku nggak cek alamat web perusahaannya yang ternyata abal-abal,” ungkapnya.

Baca juga : Belgia Vs Prancis, Tim Ayam Jantan Tak Remehkan Lawan

Akun @soerjoadji99 menilai, banyaknya modus penipuan lo­wongan kerja disebabkan oleh banyaknya pelamar, namun jumlah lapangan kerja terbatas. “Surutnya jumlah lowongan kerja bikin maraknya penipuan. Sebab, demand and supply tidak berimbang. Para pelaku meman­faatkan titik lemah para pencari kerja, yang lebih banyak pasrah dan mau disuruh bayar demi dapat kerja,” cuitnya.

Sementara itu, akun @kumoyor34 mengaku geram dengan penipuan lowongan kerja, yang kian marak di media sosial. “Pelakunya emang bejat semua, orang-orang lagi butuh lowon­gan kerja malah ditawarin info lowongan yang ujung-ujungnya scam. Mana kondisi ekonomi lagi kepepet, eh dijadiin sasaran penipuan pula,” keluhnya.

Senada, akun @obrolan_ttng_eskrim menyesalkan, ka­sus-kasus penipuan bermodus lowongan kerja tidak pernah diusut tuntas. “Dari jaman inter­net masih jarang yang beginian, sudah ada. Penipuan lowongan kerja dengan minta bayaran berlangsung bertahun-tahun, korban bertambah terus, tapi pelakunya masih bebas beraksi,” timpalnya.

Baca juga : Bungkam The Djoker Di Shanghai Masters 2024, Sinner Raih Gelar Ketujuh

Akun @Adoynugraha99 me­nyatakan, di situs lowongan kerja yang jelas, juga masih banyak lowongan abal-abal. “Lamaran sudah kita apply ke mereka, tapi lama nggak ada kejelasan. Padahal, sudah dilihat sama pihak HRD-nya. Ketika di­tanyakan ke perusahaan, katanya mereka nggak ada lowongan. Parahnya, banyak lowongan penipuan dibiarkan begitu saja,” ucapnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 14 Oktober 2024 dengan judul Waspada Penipuan Lowongan Kerja, Kemenaker Imbau Pelamar Cek Legalitas Perusahaan

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense