BREAKING NEWS
 

Kemendagri Imbau Pemda Pelototi Fluktuasi Harga Komoditas

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 15 Oktober 2024 14:52 WIB
Foto: Kemendagri.

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Restuardy Daud mengimbau Pemerintah Daerah (Pemda) untuk terus menjaga stabilitas ekonomi.

Upaya ini salah satunya dapat dilakukan dengan memperhatikan fluktuasi harga komoditas di daerah masing-masing.

Dia menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) perkembangan ekonomi Indonesia saat ini sangat baik. Hal ini ditandai dengan terjaganya inflasi tahunan pada September 2024 sebesar 1,84 persen.

Namun, Restuardy berharap, semua pihak dapat tetap menjaga stabilitas komoditas harga pangan.

"Secara umum ada komoditas yang naik dan turun yang sama-sama membutuhkan peran Pemda serta jajaran," katanya saat mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bakhti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (14/10/2024).

Baca juga : Diresmikan Menag, Lembaga Sertifikasi Halal Kini Hadir Di Jepang

Untuk mengendalikan harga komoditas, Restuardy menambahkan, perlunya langkah preventif dari Pemerintah Pusat dan Pemda.

Misalnya, dengan menggelar operasi pasar, mengaktifkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), hingga langkah-langkah lintas sektor jika diperlukan.

"Sejatinya ini memang harus dilakukan secara bersamaan, dan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu dua perangkat daerah atau satu sektor saja," imbaunya.

Adsense

Dia juga menyebutkan sejumlah komoditas pangan yang masih mengalami kenaikan harga, berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) bahan pangan minggu ke II bulan Oktober 2024.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan di antaranya bawang merah yang terjadi di 259 kabupaten/kota, minyak goreng di 154 kabupaten/kota, dan telur ayam ras di 140 kabupaten/kota.

Baca juga : Tingkatkan Kapasitas Fiskal, Mendagri Pacu Pemda Pakai Cara Kreatif

Di lain sisi, Restuardy juga mengingatkan Pemda agar terus mencermati komoditas yang harganya turun, terutama memantau di tingkat produsen. 

Dia juga meminta Pemda bekerja sama dengan daerah-daerah yang saat ini mengalami kelebihan produksi, sehingga bisa menjadi cadangan pangan yang dapat digunakan pada waktu mendatang.

"Selain itu, ini tentunya juga bisa menjadi resources bagi pemerintah daerah terutama sentra produksi yang memiliki kelebihan produksi, untuk bisa disuplai ke daerah-daerah yang memiliki kecenderungan harga komoditasnya naik," tegasnya.

Sementara itu, terkait cuaca pada Oktober-Desember yang diprediksi curah hujannya cukup tinggi, dia menegaskan, Pemda harus mengambil langkah-langkah dengan mencermati neraca pangan masing-masing.

Selain itu, Pemda juga perlu berkoordinasi dengan perangkat daerah yang khusus membidangi pertanian dan ketahanan pangan, termasuk Bulog.

Baca juga : PGN Integrasikan Pengelolaan Infrastruktur Dan Komoditas Gas

Dia juga mewanti-wanti Pemda untuk memperhatikan harga pangan agar masyarakat memperoleh harga yang wajar.

"Masyarakat memperoleh harga yang wajar dan produsen dapat margin untuk mempertahankan produksi," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense