BREAKING NEWS
 

Dibeberkan Menko Zulhas, Swasembada Pangan Butuh Rp 139 Triliun

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : UJANG SUNDA
Kamis, 31 Oktober 2024 08:20 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan ditemui dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (30/10/2024). (Foto: ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan swasembada pangan sebagai program prioritas. Untuk mencapai target itu, dibutuhkan anggaran sebesar Rp 139 triliun.

Rabu (30/10/2024), Prabowo memanggil sejumlah menteri ke Istana Kepresidenan, Ja­karta, untuk membahas swasembada pangan. Dalam Ratas ini, Menko Pangan Zulkifli Hasan melaporkan hasil Rapat Koordinasi, yang digelar sehari sebelumnya.

"Saya menyampaikan kepada Presiden program-program apa saja yang harus kita selesaikan. Insya Allah, tugas untuk swasembada pangan pada 2028-2029 bisa kita capai," ucap Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, usai Ratas, di Istana Kepresidenan, Rabu (30/10/2024).

Ketua Umum PAN ini telah berkoordinasi lintas kementerian, khususnya soal anggaran. Zulhas telah melapor kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani, swasembada pangan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

"Anggaran cukup besar di ketahanan pangan tahun 2025. Itu ada Rp 139,4 triliun totalnya, tapi tersebar," terangnya, di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (30/10/2024).

Baca juga : Menteri Dan Wamen Gayanya Unik-unik

Nantinya, anggaran Rp 139,4 triliun ini, dibagi ke sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Di antaranya Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Gizi Nasional, dan BUMN Pangan.

Zulhas lalu merinci pembagian anggaran itu. Pertama, penyediaan pupuk Rp 44 triliun kepada BUMN Pangan. Kedua, dana desa untuk ketahanan pangan sebesar Rp 16,25 triliun. Ketiga, cetak sawah Rp 15 triliun. Keempat, Badan Gizi Nasional Rp 71 triliun. Anggaran itu juga akan dibagi ke dalam beberapa program dari kementerian atau lembaga terkait, khususnya yang berada di bawah naungan Kemenko Pangan.

"Kita akan koordinasi. Nanti out­put-nya apa, apa yang akan dikerjakan, harus betul-betul bisa terinte­grasi, terarah. Sehingga target yang kita ingin capai, swasembada pangan itu betul-betul bisa kita realisasikan," ucap mantan Menteri Perdagangan ini.

Adsense

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo ikut bekerja mengejar target swasembada pangan ini. Di Kementerian PU, anggaran swasembada pangan akan didahulukan, bahkan dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

“IKN tetap. (Namun) prioritasnya sekarang kan swasembada pangan," kata Dody, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (29/10/2024).

Baca juga : Ekonomi Tumbuh 8 Persen, Airlangga Bilang Bukan Mustahil

Dia menerangkan, swasembada pangan merupakan prioritas sesuai dengan arahan Presiden Prabowo. Maka, Kementerian PU berkewajiban mendukung program ini dengan cara membantu Kementerian Pertanian (Ke­mentan) melalui pembangunan irigasi.

"Kita ini kekurangan beras loh. Beras itu utama. Kewajiban PU support Pak Presiden soal swasembada, berarti sup­port Kementan. Itu dulu yang utama, termasuk swasembada air," tutur Dody.

Di DPR, para politisi Senayan tak masalah dengan anggaran besar untuk program swasembada pangan. Menu­rut Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan, sebenarnya anggaran tersebut tidak terlalu besar. Mengingat dana Rp 139,4 triliun itu, akan terpotong oleh Program Gizi Sehat.

Daniel berjanji akan mengawal ang­garan ini agar efektif dan mencapai target kinerja yang telah ditetapkan secara substantif dan berkualitas. Ia meminta Pemerintah membuat perencanaan dengan baik dan detail agar target swasembada pangan bisa terwujud. "Jangan sudah ada anggaran, tapi hilang tak berwujud dan tak berfungsi baik," pesannya.

Politisi PKB ini melanjutkan, saat ini, Komisi IV DPR menunggu road­map dan rencana strategis swasemba­da pangan yang disusun Pemerintah. “Karena tanpa ini, kita tidak bisa memprediksi apakah target swasem­bada pangan akan tercapai atau tidak dalam 4 tahun nanti," ucap Daniel.

Baca juga : RK-Pram Masih Ketat, Khofifah Ungguli Risma, Luthfi Kalahkan Andika

Sementara, ekonom dari Universitas Mercu Buana, Sugiyono Madelan Ibra­him menilai, anggaran Rp 139,4 triliun untuk swasembada padangan justru ter­lalu kecil. Terlebih, anggaran itu terbagi kepada kementerian dan lembaga.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 31 Oktober 2024 dengan judul Dibeberkan Menko Zulhas, Swasembada Pangan Butuh Rp 139 Triliun

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense